Rancangan Tuhan?

Selasa, 19 Juli 2022

Bacaan : Yeremia 31 : 1-11

Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. (Yeremia 31:3)

Sangat sulit mencerna semua tragedi yang terjadi di negara dan dunia kita saat ini. Saat orang-orang seperti termotivasi oleh kebencian, keserakahan, dan penghakiman sampai titik di mana mereka tenggelam dalam kekerasan dan kejahatan, sangat sulit untuk bisa mengerti bagaimana kita harus merespon.

Dalam hal peristiwa bencana alam dan tragedi yang merenggut nyawa, orang-orang sering bertanya kepada saya, “Mengapa Allah mengijinkan penderitaan dan kehancuran? Bagaimana mungkin hal ini adalah bagian dari rancanganNya? Bagaimana saya bisa mempercayaiNya jika Ia membiarkan hal-hal seperti ini terjadi?”

Karena saya adalah seorang pendeta, orang-orang mengharapkan saya mempunyai jawaban yang masuk akal atau terasa benar, tetapi respon saya mungkin bukanlah apa yang ingin mereka dengar. Jawaban sederhananya adalah bahwa Allah memberi kita kuasa untuk memilih bagaimana kita menjalani hidup kita. Ini sudah berjalan sejak awal mula penciptaan, ketika Adam dan Hawa mempraktekkan karunia kebebasan mereka dengan hidup dalam dunia yang penuh konsekuensi atas pilihan yang berdosa dan ketaatan yang tulus.

Jika dibiarkan, keegoisan kita bisa menjadi kanker. Hanya oleh anugerah Allah dan kuasa Kristuslah kita bisa diubahkan. Bahkan kehidupan kita di dalam Tuhan pun akan selalu mencakup rasa sakit dan penderitaan di dalamnya. Tetapi Allah begitu mengasihi kita sehingga Ia mengorbankan AnakNya untuk menyediakan kesembuhan atas kondisi kita yang penuh dosa.

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, terlalu sering aku tidak memahami penderitaan yang terjadi di dunia saat ini. Namun aku tahu bahwa Engkau senantiasa pegang kendali dan bahwa kasihMu kekal. Aku mau selalu percaya kepadaMu.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top