Rabu, 20 Juli 2022
Bacaan : Galatia 5 : 16-26
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, (Galatia 5:25)
Selama bertahun-tahun istri saya selalu berjalan di belakang saya. Bukan karena saya yang menginginkan atau saya minta, tetapi hanya karena kaki saya lebih panjang daripada kaki istri saya. Kami berjalan bersama, mengobrol, dan setelah beberapa saat ia akan tertinggal setengah langkah di belakang saya, dan saya berasumsi bahwa ia sengaja memperlambat untuk menolong salah satu anak kami kalau ada yang bersama-sama kita atau dia berusaha menghela nafas. Di saat saya menyadari dia sudah tidak ada di samping saya, saya sudah berjalan agak jauh darinya.
Saya telah belajar untuk berjalan lebih lambat dan lebih tidak tergesa-gesa ketika berjalan bersama Amy. Mungkin Anda punya masalah yang sama dengan pasangan Anda atau seorang teman yang lain. Kalau Anda pernah punya rekan jogging atau kelompok hiking, Anda tahu betapa susahnya menemukan kecepatan langkah yang cocok untuk ukuran tubuh dan tingkat kebugaran semua orang. Tetapi sebenarnya lebih menyenangkan dan lebih relasional (dan istri saya bilang itu lebih menghargai) untuk tetap berjalan di sisi orang yang Anda kasihi. Lagi pula, itulah inti dari pergi ke suatu tempat bersama-sama, bukan?
Untungnya, Roh Allah memungkinkan kita untuk mengejarNya ketika kita ketinggalan di belakang, tersandung dan mengeluh, atau kehilangan fokus. Kita bisa tenang karena tahu bahwa Allah menunggu kita dan mengijinkan kita menyelaraskan diri dengan waktuNya.
Hari ini tetaplah melangkah bersama Tuhan, dan mempercayakan ritme relasi Anda kepadaNya.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, tolonglah aku menjaga kecepatan langkahku bersamaMu hari ini, tidak terburu-buru ataupun tertinggal di belakang. Terima kasih karena Engkau mau tinggal bersamaku dalam setiap langkahku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

