Senin, 27 Juli 2020
Bacaan : 2 Raja-raja 4 : 1-7
… “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Markus 10:27)
Banyak orang yang berkata bahwa dibutuhkan mujizat untuk membuat hidup mereka berubah. Allah siap melakukan mujizat, dan tidak ada formula magis atau mantra. Mujizat bukan hanya mungkin; mujizat lebih sering terjadi lebih dari yang kita pikirkan. Allah memperhatikan kita dan ingin bekerja dalam hidup kita.
Satu-satunya jalan untuk mengalami mujizat adalah dengan mengikuti petunjuk Allah. Tentu saja tidak ada formula khusus, tetapi dalam Alkitab saya menemukan ada 4 petunjuk jalan yang bisa membantu kita mengubah jalan bercabang dua itu menjadi perjalanan yang penuh mujizat dan memuaskan.
Kisah tentang Elisa dan seorang janda menunjukkan proses yang selalu dipakai Allah ketika Dia ingin melakukan mujizat dalam hidup kita. Hal itu dimulai dengan situasi yang gawat dan permohonan minta tolong (ay 1). Jika Anda menghendaki Allah melakukan mujizat dalam hidup Anda, Anda harus menyadari ada 2 jalan searah yang harus Anda jalani. Yang pertama adalah mengakui kebutuhan Anda; mengakui bahwa Anda membutuhkan Dia. Mujizat tidak akan pernah terjadi sebelum Anda mengakui bahwa keadaannya tidak memungkinkan tanpa Allah. Jalan satu arah yang kedua adalah datang kepada Allah sebagai satu-satunya Pribadi yang bisa menuntun Anda pada arah yang benar.
Rambu jalan berikutnya adalah berhenti, lihat dan dengarkan. Seringkali kita berfokus pada sesuatu yang tidak kita miliki sehingga kita mengabaikan kemungkinan tentang sesuatu yang sudah Dia berikan kepada kita. “Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kau punya di rumah” (ay 2b). Allah selalu bekerja dari tempat di mana kita berada dan dengan sesuatu yang kita miliki. Jadi Anda harus mengambil segala sesuatu yang Anda miliki dan menyerahkan itu kepadaNya. Waktu, talenta, aset, dan energi Anda, merupakan titik awal bagi Allah, tak peduli seberapa terbatas hal itu tampaknya. Kesediaan dan penyerahan diri anda mengaktifkan campur tangan dan berkat Allah.
Reaksi pertama kita jika muncul masalah di depan kita cenderung negatif. Dengan nada melebih-lebihkan kita menyatakan bahwa segala sesuatu buruk, tidak ada yang baik, tidak ada harapan. Jika ingin melihat Allah mengubah keadaan Anda, Anda perlu mengikuti rambu jalan ketiga dan berbalik 1800.
Itulah reaksi pertama janda itu (ay 2c). Ia memulai dengan negatif, tetapi segera mengambil putaran 1800 menjadi positif. Perubahan arah membutuhkan iman. Ia mengakui ada sedikit aset, satu ons kemungkinan. Ketika melakukan itu, ia mempraktekkan iman. Jika Anda tidak melihat dengan mata iman, berkat kecil itu tidak akan tampak, dan Anda akan berkata seperti wanita itu pertama kali, “Aku tidak punya apa-apa.” Anda harus melihat melalui mata iman, maka perubahan sikap Anda akan menyediakan kesempatan bagi Allah untuk melakukan mujizat dalam hidup Anda.
Rambu ke-4 adalah yang terpenting: rambu beri jalan. Jika Anda mengikuti 3 rambu yang lain tetapi tidak mengikuti rambu ini, Anda tidak dapat mengharapkan mujizat. Kita perlu mulai melayani orang lain dengan berkat yang sudah Dia berikan kepada kita (ay 3-4). “Carilah botol-botol kosong untuk diisi.” Kita biasanya tidak menyadari ada botol-botol kosong di sekitar kita setiap hari, karena kita dibutakan oleh masalah dan kecemasan kita sendiri. Allah meminta kita untuk memberikan apa yang kita miliki, tidak peduli seberapa kecil tampaknya hal itu. Dia meminta kita untuk memikirkan orang lain sebelum diri kita sendiri dan untuk mempercayai Dia memperhatikan kebutuhan kita dan digunakan olehNya untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Kita diberkati untuk menjadi berkat. Jika Anda ingin melihat mujizat dalam hidup Anda, temukan botol-botol kosong sehingga Anda bisa mencurahkan hidup Anda ke dalamnya.
PENERAPAN:
1. Jelaskanlah satu waktu dalam hidup Anda di mana Anda mengalami atau menyaksikan mujizat Allah. Bagaimana Anda melihat 4 rambu jalan dalam cara Allah bekerja dalam situasi itu? Keempat rambu itu adalah jalan searah, tanda berhenti, putaran 180O, dan rambu beri jalan.
2. Buatlah daftar “botol kosong” dalam hidup Anda sekarang juga—orang-orang di sekitar Anda yang membutuhkan kontribusi, bantuan, kasih, dan perhatian Anda. Kebutuhan siapa yang tampak paling mendesak? Berdoalah mohon pimpinan Allah, dan carilah jalan untuk mencurahkan diri Anda dalam hidup orang ini minggu ini.
From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

