Minggu, 18 Oktober 2020
Bacaan : Filipi 2 : 1-11
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:8)
Apa yang tidak kita pahami kadang-kadang sama pentingnya dengan apa yang kita kerjakan. Taat ketika kita menghadapi pertanyaan dan situasi yang tampaknya bertentangan dengan apa yang kita pahami jauh lebih sulit daripada taat ketika Allah memberikan kita pemahaman kepada kita mengenai suatu persoalan. Banyak orang gagal dalam hal ini dan kemudian menurunkan Alkitab sampai pada level pengalaman mereka—kemudian melakukan kompromi dengan penyataan yang mereka peroleh dari Alkitab. Namun kita ditantang untuk membawa gaya hidup kita naik ke atas sesuai standar firman Allah.
Menerima penyataan dengan satu tangan, dan merangkul rahasia dengan tangan lainnya, membentuk salib yang sempurna. Ini adalah salib yang harus dipikul orang yang rindu untuk melakukan pekerjaan Yesus. Allah harus mengacaukan logika kita untuk menjauhkan kita dari tipu daya ketergantungan kita terhadap penalaran kita sendiri.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

