Percayalah Tuhan Peduli dengan Impianmu

Selasa, 15 Desember 2020

Bacaan : Matius 7 : 7-11

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:11)

Seperti apakah rasanya mempunyai impian dan mempercayai bahwa Allah turut bekerja dalam impian itu, meskipun itu belum terwujud? Apakah Anda percaya bahwa Allah mau memakai impian-impian Anda?

Saya menjalani kehidupan yang tidak pernah saya rencanakan sebelumnya. Dan itu membutuhkan banyak keberanian lebih dari yang saya pikir akan muat dalam tubuh saya ini. Sejujurnya saya tidak menyangka bahwa saya berada di usia 30-an dan tidak punya suami dan tidak punya anak. Tetapi jauh di dalam diri saya ada harapan yang membara. Bukan harapan seperti “Saya yakin suatu hari nanti saya akan menikah”, tetapi harapan yang yakin bahwa “Tuhan tahu apa yang sedang Ia kerjakan”.

Saya pikir sepertinya akan lebih keren untuk menulis hal ini belakangan dalam hidup saya. Misalnya, nanti kalau saya sudah menikah dengan seorang pria keren dan mempunyai tiga orang anak dan punya dapur yang bagus dan saya mengendarai mobil ibu-ibu dan sepatu-sepatu kecil berserakan di seluruh rumah.

Jadi saya bisa berbicara kepada orang-orang lajang untuk “bertahanlah karena Allah punya rencana yang luar biasa dalam hidupmu!” Dan di pernyataan mengenai hidup lajang akan penuh dengan tanda seru karena saya merasa kalau tanda seru itu sangat! mendorong! dan memberi semangat!

Tetapi saya tidak akan berhenti berharap dan bermimpi. Saya rasa dengan mengalami berada dalam masa yang tak diinginkan memberi saya kekuatan untuk (kalau saja saya bisa) menatap langsung ke mata Anda dan berkata, “Allah tidak melupakanmu. Hidupmu dan impianmu itu penting bagi Allah.”

Saya hanya ingin memberitahu Anda, dalam masa-masa di mana saya menginginkan sesuatu yang tidak saya miliki (seperti halnya kebanyakan kita), saya tetap bisa merasa baik-baik saja. Dan jika Anda seorang lajang dan ingin menikah, atau berharap untuk punya anak, atau menginginkan pekerjaan yang lebih baik atau sebuah rumah atau tinggal di kota lain, saya ingin Anda tahu bahwa Anda juga bisa baik-baik saja.

Allah tidak melupakanmu.

Allah mendengar ketika kita berdoa. Ia mengenal hati kita lebih dari diri kita sendiri. Ia peduli pada Anda, dan Ia peduli akan impian Anda. Jadi bagikanlah impian itu kepada Bapa, yang mengasihi Anda dan senang memberikan hadiah yang terbaik untuk Anda.

JADILAH BERANI: Impian apakah yang ada dalam hati Anda yang Anda belum lihat Tuhan mewujudkannya? Apakah Anda tetap memiliki pengharapan, sekalipun jika Anda tidak tahu kapan kisah ini akan berakhir?

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top