Perbedaan antara Impian dan Panggilan

Kamis, 24 Desember 2020

Bacaan : Roma 11 : 25-36

Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. (Roma 11:29)

Saya mendapat mimpi yang sangat jelas beberapa waktu yang lalu. Ini jarang terjadi pada saya, namun ketika itu terjadi, pasti terasa sangat mendalam. Ketika saya terbangun, saya merasakan sesuatu yang sangat kuat untuk menelepon teman saya yang ada dalam mimpi saya hanya untuk memastikan bahwa itu tidak nyata. Saya merasa sangat aneh untuk waktu beberapa jam, dan saya harus terus mengingatkan diri saya bahwa itu hanya mimpi, bahwa tak ada satu pun dari hal itu yang benar-benar terjadi. Tetapi kadang-kadang seperti itulah mimpi bekerja. Rasanya sangat nyata sampai akhirnya menghilang dan Anda kembali ke kehidupan normal.

Tetapi tidak demikian halnya jika Anda memikirkan impian dalam hidup Anda, bukan? Impian dalam hidup saya seringkali adalah harapan dalam hati saya. Saya memimpikan tentang pekerjaan atau pasangan atau anak-anak atau sebuah rumah. Kita bisa memiliki impian tentang hal-hal yang kita harapkan akan terjadi, hal-hal yang kita lihat dengan mata pikiran kita, dan hal-hal yang benar-benar ingin kita miliki. Dan tidak ada satu pun hal itu yang jelek—selama kita menaruh impian itu di posisi yang tepat. Bukan janji, bukan jaminan, hanya impian.

Impian berbeda dengan panggilan. Panggilan hidup Anda itu sesuatu yang pasti dan kuat. Panggilan hidup Anda, sesuatu yang Tuhan taruh dalam diri Anda untuk kebaikan di muka bumi serta kebaikan hati Anda, tidak akan pergi kemana-mana. Rebekah Lyons mengatakan bahwa panggilan Anda adalah hal di mana Anda terbeban beradu dengan talenta-talenta Anda.

Saya membayangkannya seperti ini: panggilan Anda adalah tabungan di bank, impian Anda adalah segala sesuatu yang dapat Anda pikirkan untuk menghabiskan tabungan itu. Cara lain untuk melihatnya? Panggilan Anda adalah persediaan bahan makanan di dapur, dan impian Anda adalah segala sesuatu yang dapat Anda lakukan untuk menggunakan semua bahan-bahan itu.

Panggilan hidup Anda, sesuatu yang Tuhan taruh dalam diri Anda untuk kebaikan di muka bumi serta kebaikan hati Anda, tidak akan pergi kemana-mana.

Mengapa kita perlu membedakannya? Karena Anda perlu mempunyai impian—impian yang besar, indah, berani, bahkan hal gila yang dapat Anda pikirkan akan terjadi. Tetapi Anda perlu membangun hidup Anda di sekeliling panggilan Anda, bukan impian Anda. Impian Anda akan berubah seiring berjalannya waktu. Sebagian akan terwujud, dan sebagian lain akan berlalu. Tetapi panggilan Anda akan senantiasa nyata. 

JADILAH BERANI: Tulislah beberapa impian yang Anda miliki dalam hidup Anda. Bagaimana Anda melihat panggilan hidup Anda dinyatakan dalam impian-impian itu?

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top