Jumat, 24 Juli 2020
Bacaan : Mazmur 62
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)
Waktu yang bergerak cepat terkadang membawa kita pada jadwal dan tempo kehidupan yang tak kalah cepatnya. Orang-orang yang mengetahui bahwa waktu hidupnya terbatas seringkali membuat perubahan gaya hidup yang radikal. Mereka melepaskan sikap gila kerja dan memperlambat tempo hidup mereka, serta menghabiskan waktu bersama orang yang mereka kasihi, bersama Allah dan sendirian untuk merenungkan hidup mereka.
Dalam penjelasan Paulus di Roma 12:2, kata kunci “diubahkan” berasal dari kata Yunani metamorphous, yang darinya kita mendapat kata metamorfosis. Kata ini secara harfiah berarti “diubah dari dalam keluar”. Rahasia sikap dewasa dan penuh iman adalah diubah dari dalam keluar, metamorfosis jiwa. Jika memikirkan kata metamorfosis, kita akan berpikir tentang kupu-kupu. Ulat membentuk kepompong dan memulai proses transformasi menjadi sesuatu yang indah dengan sayap-sayap. Ia tidak menunggu sesuatu untuk mengubahnya. Ia berubah dari dalam keluar, dan menjadi seperti apa yang direncanakan baginya.
Pertumbuhan rohani dan transformasi tidak akan pernah terjadi dalam hidup Anda sebelum Anda akhirnya tenang, sampai Anda berhenti bergerak. Paulus mengingatkan kita untuk “memusatkan perhatian pada Allah”. Anda tidak bisa memusatkan perhatian pada Allah jika Anda sedang melakukan aktivitas lainnya ada saat yang bersamaan. Jika kita berdiam diri di hadapan Allah, kita akan mengalami transformasi. Gerak dan hiruk pikuk mencuri jiwa, tetapi ketenangan memulihkan jiwa (Mzm 23:2-3). Kebanyakan kita merasa tidak nyaman untuk menyendiri. Namun jika kita sungguh-sungguh menginginkan kesembuhan dan kesehatan rohani, kita harus menyediakan waktu secara teratur untuk menyendiri bersama Allah.
Lawan kata metamorfosis dalam bahasa Yunani adalah metaschematizo, yang berarti “mengubah penampilan luar.” Itu adalah asal kata bahasa Inggris masquerade (berpura-pura). Terlalu sering kita berpura-pura seolah-olah kita memiliki segalanya sementara kita memiliki luka yang dalam pada jiwa kita. Allah mengatakan kita membutuhkan metamorfosis, bukan sikap berpura-pura. Perubahan yang nyata dimulai dari dalam; kemudian bagian luar secara alamiah akan berubah untuk mencerminkan hal itu.
Metamorfosis terjadi hanya karena kasih karunia. Jika hidup Anda hanya tinggal 1 bulan, Anda akan menghentikan gerakan tanpa henti dari kehidupan yang sibuk dan menemukan cara untuk menikmati kesunyian dan ketenangan. Anda pasti ingin menyegarkan jiwa Anda dengan tidak lagi membanding-bandingkan diri dengan orang lain dan mencari jalan untuk mengasihi dan melayani orang lain. Anda akan berusaha menemukan jalan untuk menghadapi penderitaan dengan kasih karunia, mempercayai melampaui apa yang bisa Anda lihat dan merasakan apa yang dijanjikan Allah.
PENERAPAN:
1. Dengan cara bagaimana Anda baru-baru ini berusaha mengubah penampilan lahiriah atau situasi Anda? Pikirkan satu perubahan yang bisa Anda buat dalam jadwal atau gaya hidup Anda untuk memberi waktu bagi diri Anda sendiri untuk menyendiri dengan Allah secara teratur.
2. Pikirkan orang-orang dalam hidup Anda saat ini. Pilihlah salah satu kenalan baru untuk menjadi teman Anda, seseorang yang lebih membutuhkan Anda daripada Anda membutuhkan mereka. Carilah cara untuk melayani orang ini.
From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

