Gempa Bumi

Sabtu, 25 Juli 2020

Bacaan :  Matius 7 : 24-27

Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. (Ibrani 12:27)

Salah satu pelajaran paling sulit dalam hidup adalah bagaimana menerima kehilangan. Dan ini merupakan proses yang terjadi terus-menerus karena hidup kita terus berubah dan kita dipaksa menghadapi kenyataan dunia yang keras dan jauh dari sempurna. Jika hidup kita tinggal 1 bulan, kita pasti ingin dapat menahan dampak derita semacam ini dan menyediakan pondasi yang kekal bagi semua orang yang kita tinggalkan. Satu-satunya jalan untuk melakukan hal ini adalah dengan terencana memperkuat fondasi kita setiap hari, berpaling pada Pembangun Ahli untuk mendapat instruksi dan pimpinan dalam membangun hidup kita.

Ketika gempa bumi kehidupan melanda, kita akan menemukan dari bahan apa kita terbuat dan di atas dasar mana kita membangun hidup kita. Pondasi yang teguh merupakan kunci untuk menciptakan stabilitas bangunan, kekuatan strukturalnya dari atas ke bawah. Pondasi yang tak tergoncangkan juga merupakan kunci untuk membangun hidup yang bermakna, pernikahan yang langgeng, keluarga yang kuat, dan bisnis yang sukses.

Anda tidak dapat meramalkan waktu gempa bumi akan muncul dalam hidup Anda, tetapi Yesus berkata Anda dapat membuat hidup Anda tahan gempa dengan membangun pondasi yang benar. Dia berkata bahwa cara untuk melakukan itu adalah dengan mempraktekkan firmanNya. Rahasianya bukan seberapa banyak pengetahuan Alkitab yang Anda miliki, melainkan seberapa banyak Anda mempraktekkan kebenaranNya setiap hari. Seberapa tulus iman Anda? Jika Anda mempraktekkan itu setiap hari, ketika gempa melanda, Anda siap untuk menghadapinya dan muncul lebih kuat ketika gempa itu berakhir.

Pertama, Anda membutuhkan pusat dalam hidup Anda yang teguh. Jika Anda memiliki sesuatu selain Allah pada pusat hidup Anda, ketika gempa bumi masalah melanda—dan itu tidak dapat dihindari—pusat hidup Anda tidak akan cukup kuat untuk mempertahankannya. Allah ingin menjadi dasar bagi setiap bidang hidup Anda: pernikahan, keluarga, bisnis, dan keuangan Anda.

Praktek utama untuk mengamankan pondasi Anda adalah memiliki komunitas yang peduli, satu sistem pendukung yang terdiri atas orang-orang. Anda membutuhkan satu tim orang di sekitar Anda yang mengasihi Anda sebagaimana adanya dan bukan karena apa yang Anda kerjakan. Anda membutuhkan beberapa teman dalam hidup Anda yang mau berjalan masih ketika orang lain berjalan keluar. Bagaimana Anda tahu siapa teman Anda? Jika Anda mengalami masa sulit, mereka ada di sana menyertai Anda. Mereka tidak hanya mendampingi Anda ketika segala sesuatu berjalan lancar.

Ketika Anda mengalami gempa bumi yang tak terduga, jangan pernah lupa bahwa Anda memiliki tempat berlindung dari badai. Anda bisa berlari ke sumber damai sejahtera yang melampaui pengertian Anda (Mzm 50:15). Allah menghendaki Anda berpaling kepadaNya lebih dulu jika kesulitan menimpa Anda.

Selama nadi Anda masih berdenyut, Anda akan mengalami masalah. Namun, Yesus Kristus akan berjalan melalui setiap masalah bersama Anda, dan Dia tidak akan pernah membiarkan Anda jatuh. Jika Anda bertekad untuk tetap mengasihi dan menge-nal Allah, jika Anda mempercayakan hati Anda kepada AnakNya, Dia akan memegang Anda dengan tanganNya dan tidak pernah melepaskan Anda.

PENERAPAN:

1. Jelaskan terakhir kali Anda mengalami getaran gempa bumi dalam hidup—pencobaan terbesar baru-baru ini. Dengan cara apa hal itu menantang Anda dan menjungkirbalikkan hidup Anda? Bagaimana Anda menjadi berbeda saat ini karena hal itu? Apakah iman dan hubungan Anda dgn Allah lebih kuat atau lebih lemah setelah itu?

2. Siapa yang Anda pandang sebagai sahabat sejati? Bukan hanya kenalan yang ramah, tetapi seseorang yang bisa diandalkan saat krisis atau sakit kepala. Jika Anda kesulitan untuk memikirkan orang itu, ingatlah bahwa cara paling pasti untuk memiliki teman sejati adalah menjadi sahabat sejati. Siapa yang membutuhkan pertolongan atau dorongan Anda hari ini?

From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top