Senin, 12 September 2022
Bacaan : 1 Yohanes 1 : 5-10
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9)
Waktu saya di SMA, teman saya Jimmy memberi saya kode secara diam-diam saat ujian. “Sssttt, Craig,” bisiknya. Lalu ketika guru sedang tidak melihat, ia mengulurkan secarik kertas.
Saya mendadak agak panik. Jimmy ingin saya “membantunya” dalam ujian itu, kalau mau dikatakan secara halus. Yang sebenarnya adalah ia mau saya berbuat curang. Sementara saya sendiri tidak mau melakukan hal yang salah, terutama karena saya takut ketahuan. Tetapi saya juga tidak ingin mengecewakan teman dekat saya.
Jadi tanpa merenungkan dengan serius akan konsekuensi negatif yang timbul nantinya, bagai robot saya berikan saja jawaban yang dia butuhkan. Pada saat guru membalikkan badan, saya mengembalikan kertas itu kepada Jim. Sayangnya, tangan kami tidak cukup cepat.
Jimmy meraba-raba kertas itu dan menjatuhkannya di antara bangku kami tepat pada saat guru berbalik. Kami tertangkap basah.
Dalam sejam, kedua kedua orang tua saya sudah ada bersama saya di kantor kepala sekolah. Sementara mereka setuju dengan hukuman dari sekolah, mereka tidak membentak saya atau memberikan disiplin ekstra. Saat saya mengakui kesalahan saya sepenuhnya, tanpa alasan, dan meminta maaf pada mereka, saya terkejut ketika mereka berkata, “Kamu dimaafkan.”
Itu saja. Tidak ada pertanyaan. Tidak ada persyaratan. Tidak ada khotbah. Dan mereka tidak pernah membahasnya lagi. Pada saat itu, saya pikir saya mendapatkan gambaran akan seperti apa Allah kita. Ketika Dia mengampuni, Ia mengampuni secara cuma-cuma, sepenuhnya, dan selamanya.
Anda diampuni ketika Anda mengakui dosa Anda kepada Allah. Ingatlah itu.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, rasanya berat melalui hari tanpa mengakui bahwa aku sudah melakukan kesalahan sepanjang jalan. Terima kasih atas kasih karunia dan kemurahanMu. Terima kasih karena aku sudah diampuni.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

