Minggu, 11 September 2022
Bacaan : Mazmur 25 : 1-10
Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya. (Mazmur 25:3)
Tanggal hari ini berisi kenangan akan gambaran yang menyakitkan, kesedihan yang mendalam, dan ingatan akan di mana kita berada dan apa yang sedang kita lakukan ketika aksi teroris yang mengerikan menyerang negara kami pada tahun 2001. Percaya atau tidak, saya sedang dalam penerbangan menuju Chicago ketika kami tiba-tiba harus mengalami pendaratan darurat di St. Louis.
Pada tanggal 11 September tersebut, waktu itu hari Selasa pagi, dan kebanyakan orang sedang memasuki aktivitas keseharian mereka seperti yang biasa dilakukan di hari-hari tengah minggu lainnya—pergi bekerja, mengantar anak ke sekolah, membersihkan rumah, rapat dengan anggota tim, membuat rencana makan siang. Dan kemudian, secara dramatis dan tiba-tiba, dunia kita berubah.
Di hari ini saya diingatkan bahwa hal-hal yang kita kira merupakan hal permanen di sekitar kita bisa runtuh dalam sekejap. Ini bisa terjadi dalam lingkup sebuah bangsa, dan tentu saja, ini terjadi dan lebih kentara dalam kehidupan pribadi. Kita mengabaikan kesehatan kita sampai suatu hari kita menerima hasil pemeriksaan dokter. Kita mengira kita akan menua bersama pasangan kita sampai terjadi sebuah pengkhianatan yang menyakitkan. Kita sedang menyiapkan peningkatan dalam pekerjaan kita kemudian dalam semalam kita menerima surat pemberhentian tanpa alasan yang dijelaskan.
Begitu banyak hal-hal di mana kita menaruh harapan dalam hal-hal sehari-hari ternyata jauh lebih rapuh dari yang kita sadari. Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa dasar iman kita yang kokoh dan kekal hanyalah Allah. Ia tetap sama dulu, sekarang, dan esok. Ia tak pernah berubah dan tidak pernah menyerah terhadap kita. Apapun yang terjadi, apapun yang akan terjadi sebentar lagi atau suatu hari nanti, Allah tetap setia.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, aku berdoa untuk banyak orang yang mungkin mengenang orang-orang terkasih mereka yang telah tiada pada hari ini. Biarlah mereka mengingat kehadiranMu dan bahwa selalu ada harapan di dalam Engkau.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

