Minggu, 24 Juli 2022
Bacaan : Mazmur 126
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. (Mazmur 126:5-6)
Kita tidak tahu pasti siapa yang menuliskan mazmur ini, tetapi jelas ini ditulis setelah orang Israel kembali dari penawanan di Babel. Mereka telah diperbudak oleh bangsa penyembah berhala yang paling angkuh dan paling bengis di masa itu dan akhirnya dibebaskan. Tentu ada banyak air mata selama masa penawanan mereka—dan ada lebih banyak lagi setelah kebebasan mereka karena mereka bersukacita dan memuji Allah yang telah membebaskan mereka.
Sulit dibayangkan bagaimana air mata kita bisa menjadi persembahan bagi Tuhan, tetapi pemazmur mengatakan demikian. Dikatakan bahwa siapa yang menabur air mata sebagai benih akan menghasilkan panen sukacita. Air mata kita dapat menghasilkan pertumbuhan dan kedewasaan yang memimpin kepada iman yang lebih kuat dan lebih dalam di dalam Tuhan. Kita dapat bertumbuh menjadi pribadi yang bernyanyi dengan sukacita apapun kesukaran yang mungkin kita hadapi.
Air mata Anda membawa pertumbuhan. Jika Anda tersakiti, terluka, atau melihat ketidakadilan, jangan ditahan. Biarkan hati Anda terbuka di hadapan Allah seraya Anda mencucurkan air mata. Jika Anda telah jatuh dalam dosa, menangislah dalam pertobatan. Sembahlah Dia dengan air mata dan jadikanlah itu persembahan yang kudus.
Air mata membuat kita terbuka untuk kesembuhan luka-luka kita serta membersihkan hati kita setelah kita jatuh dalam dosa. Kabar baiknya adalah ketika kita menabur dengan air mata, kita akan menuai dengan bersukacita. Perhatikanlah bahwa mazmur tersebut tidak mengatakan kebahagiaan, melainkan sorak-sorai (bhs Inggris dipakai kata joy = sukacita).
Kebahagiaan didasarkan pada apa yang terjadi.
Sukacita didasarkan pada kebaikan Allah.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, hari ini aku membawa air mataku kepadaMu. Sembuhkanlah hatiku dan ampunilah dosa-dosaku. Aku mencari Engkau sebagai terangku supaya benih kesedihanku akan mekar menjadi sorak-sorai sukacita.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

