Sabtu, 7 Mei 2022
Bacaan : Mazmur 37 : 1-6
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 16:32)
Jadi bagaimana kita meninggalkan ketidaksabaran? Bagaimana kita mengatasi dorongan akan kepuasan instan? Bagaimana kita mempraktekkan kesabaran dengan jalan yang dapat memperkuat iman kita?
Kita perlu mencari Tuhan dengan segenap hati kita sehingga keinginanNya menjadi keinginan kita. Daripada mengejar apa yang diinginkan oleh orang-orang sebaya kita, kita belajar tentang hal-hal yang berarti dalam hati Allah, dan kita mulai mengarahkan hati kita kepadaNya. Alkitab berkata, “dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37:4)
Ketika kita mencari Tuhan, keinginanNya menjadi keinginan kita. Kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “bergembiralah” adalah kata anag. Di dalamnya terkandung makna dilembutkan atau dilunakkan. Ketika kita bergembira di dalam Tuhan, Ia membentuk hati kita dan Ia ingin supaya kita menjadi serupa denganNya. Maka sebagai ganti keinginan akan kepuasan seketika terhadap keinginan daging kita, kita belajar untuk haus akan kerajaan Allah dan keinginan hati Tuhan.
Setiap kita tentunya ingin membawa perubahan dalam dunia ini. Dan ketika kita tidak memiliki dampak seketika seperti yang kita inginkan, kita sering merasa frustasi atau putus asa, karena kita merasa gagal sebagai orang Kristen. Tetapi kebenarannya adalah Allah bekerja di dalam kita ketika kita tidak dapat melihatnya—mungkin terutama justru ketika kita tidak melihatnya!
DOA KEKUATAN
Tuhan Yesus, aku mau agar memiliki keinginan sepertiMu. Jagalah hatiku untuk tetap lembut sehingga aku dapat menjadi sabar, penuh belas kasihan serta kasih sayang ketika aku melayani orang-orang di sekitarku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

