Jumat, 6 Mei 2022
Bacaan : Amsal 14 : 23-30
Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan. (Amsal 14:29)
Nenek saya selalu berkata, “Kalau kamu bersenang-senang sekarang, kamu harus membayarnya nanti.” Kalau Anda mengenal orang yang hidup pada masa Kesusahan Besar, mungkin orang tua atau kakek nenek, maka Anda tahu bahwa pandangan mereka akan dunia jauh berbeda secara radikal dari apa yang dimiliki generasi setelah mereka. Karena mereka hidup dalam kekurangan akan hal-hal yang saat ini kita anggap remeh, maka mereka menyimpan, mereka menabung, mereka menanam. Mereka melatih kesabaran dalam hidup sehari-hari.
Namun, generasi yang muncul berikutnya justru telah beralih ke sisi yang sebaliknya. Kebanyakan orang sebaya orang tua saya (generasi baby boomers), meminjam, menagih, mendongkrak untuk dapat memiliki gaya hidup yang “lebih baik”. Kini mendekati usia mereka yang tujuh-puluhan, generasi tersebut tersadar dan impian mereka akan hal-hal material telah berubah menjadi mimpi buruk finansial. Setelah hidup dalam beberapa dekade, kebanyakan mereka tidak siap secara finansial untuk menghadapi masa-masa akhir kehidupan mereka.
Menunda kepuasan akan melatih kesabaran kita. Dan juga membuat kita menjadi pengelola karunia Allah yang lebih baik, juga membuat kita bisa lebih murah hati kepada orang lain yang membutuhkan.
Hari ini pikirkanlah mengenai kondisi finansial Anda. Apakah Anda melatih kesabaran untuk pengeluaran Anda? Ataukah Anda terjebak untuk mendapatkan semua yang Anda inginkan sekarang juga? Apa yang Tuhan ingin Anda kerjakan? Perubahan apakah yang bisa Anda buat hari ini untuk memiliki sikap finansial yang lebih sabar dan bertanggung jawab?
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, berikanlah aku hikmat supaya aku memiliki kesabaran sehingga aku bisa menjadi orang yang tidak boros dan sebaliknya bisa memberi dengan murah hati.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

