Memilih Kasih

Kamis, 13 April 2023

Bacaan : Lukas 15 : 20-32

Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. … (Lukas 15:27-28)

Iri hati adalah penghancur, dan musuh memanfaatkannya sebagai pintu untuk masuk dan mencuri hal-hal baik dalam hidup Anda.

Yang terjadi dalam budaya kita adalah bahwa kita telah kehilangan kemampuan untuk mengagumi hal-hal yang lebih besar dari diri kita sendiri. Tetapi sahabatku, kekaguman adalah bahasa kerajaan Allah. Anda merayakan keluarga, penulis, pemimpin, atau atlet favorit adalah karena kemuliaan Allah yang terpancar melalui diri mereka. Anda bersukacita dengan orang yang bersukacita. (Perhatikanlah betapa sulitnya anak sulung dalam perumpamaan tersebut menerima ketika melihat ayahnya melimpahkan kasih karunia atas kembalinya si anak bungsu.)

Iri hati tidak dapat mengagumi.

Iri hati rohani—iri akan karunia orang lain—akan membawa kerusakan dalam jiwa Anda, dalam gereja, dan di dalam komunitas Kristen. Iri hati “bermitra” bersama musuh untuk menimbulkan perpecahan. Budaya kita telah menerima ide yang toksik bahwa setiap orang harus melihat dan merasakan dan memiliki apa yang dimiliki orang lain. Ini bukanlah cara kerja kerajaan Allah! Dan sungguh hal ini menjadi tempat yang subur bagi ketersinggungan. Tetapi Anda bisa memilih sesuatu yang jauh lebih baik—Anda bisa memilih kasih!

~***~

Tuhan Yesus, tunjukkanlah kepadaku orang-orang yang bisa kurayakan, yang aku bisa bersuka bersama mereka. Aku mau memilih untuk mengagumi dan merayakan karunia, berkat, talenta, dan keberhasilan orang-orang. Tunjukkanlah kepadaku dari mana aku harus memulai.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top