Rabu, 8 Juli 2020
Bacaan : Efesus 5 : 11-21
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:16)
Jika hari-hari terakhir kehidupan orang sudah terhitung, kebanyakan mereka ingin menghabiskan waktu mereka dengan cermat dan terencana. Jika kita tahu kita hanya punya waktu satu bulan untuk dijalani, saya yakin sebagian besar kita akan memiliki pemahaman yang sangat jelas tentang bagaimana memprioritaskan waktu kita. Kita semua punya jumlah waktu yang sama—24 jam sehari, tidak ada yang lebih atau kurang. Namun, bagaimana Anda memanfaatkan waktu itu bisa menentukan perbedaan antara perasaan puas dan menyesal, karena Anda tahu Anda melakukan apa yang direncanakan untuk Anda kerjakan dengan tepat.
Setelah digunakan waktu tidak dapat diulang lagi. Namun, kita bisa menebus waktu yang tersisa yang masih kita miliki. Kita bisa memikirkan kembali tujuan yang diberikan Allah dan warisan kekal yang ingin kita tinggalkan dan mengijinkan hal itu memandu jadwal kita ke depan. Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan untuk memanfaatkan sebagian besar waktu kita yang tersisa adalah menggunakan waktu setiap hari sedemikian rupa sehingga kita bisa meninggalkan warisan berarti di bumi.
Richard Koch, penulis buku bisnis terlaris Prinsip 80/20, mempelajari banyak perusahaan dan individu yang sukses dan menarik kesimpulan ini. Baik dalam bisnis maupun kehidupan individu, 20% dari yang Anda kerjakan dalam hidup memberikan 80% hasil. 20% dari yang Anda lakukan dalam hidup menghasilkan 80% kebahagiaan. 20% orang yang bergaul dengan Anda menghasilkan 80% sukacita dalam hubungan Anda. Pada dasarnya 20% dari yang Anda lakukan mendatangkan sebagian besar hasil dalam hidup Anda; dan 80% dari yang Anda lakukan adalah waktu yang disia-siakan. Jika Anda menghabiskan lebih banyak waktu dalam bidang yang mendatangkan hasil yang terbesar dan waktu yang lebih sedikit untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak produktif, Anda akan mencapai hasil lebih banyak dengan melakukan lebih sedikit!
Jika Anda tahu bahwa Anda cuma punya waktu 1 bulan untuk dijalani, tidakkah Anda ingin mengambil waktu lebih banyak untuk berlama-lama di meja makan dengan keluarga Anda? Untuk menghirup aroma secangkir kopi ketika menatap matahari terbit? Bersorak-sorai untuk anak Anda di pertandingan basketnya? Membaca buku, puisi, atau perikop Alkitab yang bermakna? Berjalan-jalan di taman, mendengarkan burung berkicau? Tidak satu pun dari hal tersebut akan menghasilkan produk atau memungkinkan Anda untuk menunjukkan prestasi. Namun hal itu penting untuk kesejahteraan kita. Kita diciptakan untuk lebih dari sekedar bekerja. Nilai kita jauh lebih besar daripada sekedar apa yang kita kerjakan.
Jika Anda ingin mengakhiri Sindrom Suatu Hari Nanti, Anda harus membuat “suatu hari nanti” terjadi hari ini dengan mendengarkan dan menuruti tujuan Anda diciptakan. Manfaatkan waktu Anda secara maksimal dengan menggunakan energi pada bidang-bidang yang menjadi prioritas Anda. Pikirkan warisan yang ingin Anda tinggalkan—pada pekerjaan yang Anda lakukan, hubungan yang Anda jalin, dan cara Anda menggunakan setiap hari.
PENERAPAN:
1. Buatlah catatan harian minggu ini dan tulislah bagaimana Anda menggunakan setiap hari. Cobalah menilai produktivitas Anda (apa yang Anda selesaikan) bersama dengan kepuasan Anda (bagaimana Anda menjalani setiap hari). Bagaimana Anda menilai keefektifan cara Anda menginvestasikan waktu?
2. Apakah aktivitas yang membuang waktu Anda paling banyak minggu lalu? Apakah hasilnya bagi Anda? Adakah cara untuk menggunakan waktu Anda secara berbeda dan memiliki dampak yang lebih besar dan lebih penting? Buatlah daftar tentang aktivitas lain yang bisa Anda kerjakan lain waktu saat Anda tergoda untuk membuang-buang waktu dengan hal yang sia-sia.
From “One Month to Live” by Kerry & Chris Shook

