Jumat, 10 Juli 2020
Bacaan : 1 Tesalonika 5 : 14-24
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, —dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? (1 Korintus 6:19)
“Ketika tekanan kabin berubah, masker oksigen akan terlepas dari kompartemen di atas kepala Anda. Pakailah masker oksigen tersebut lebih dulu sebelum Anda membantu anak-anak kecil atau orang lain yang mungkin butuh bantuan.” (Pengumuman Keamanan di Pesawat)
Tergantung seberapa sering Anda naik pesawat, Anda mungkin sudah menghafal pernyataan tersebut. Itu merupakan bagian dari monolog pramugari pesawat tentang prosedur keamanan pada awal penerbangan. Dasar logika instruksi ini sangat jelas; Anda tidak dapat menolong orang lain jika Anda sendiri pingsan karena kekurangan oksigen.
Kata-kata ini juga mengandung kebenaran rohani yang dalam. Jika Anda ingin menggunakan waktu Anda di bumi secara maksimal, menjalani gaya hidup tanpa penyesalan, Anda perlu terlibat sepenuhnya dengan orang-orang di sekitar Anda. Satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan hidup yang sejati adalah mengambil waktu dan berfokus pada diri Anda sendiri lebih dulu. Jika Anda tidak sehat secara rohani, fisik, emosi atau relasi, bagaimana Anda bisa bergerak keluar dari diri sendiri dan melakukan investasi pada orang lain?
Sesungguhnya mengasihi diri sendiri merupakan perintah Alkitab (Mat 22:37-39). Kebanyakan kita memahami bahwa kita harus mengasihi Allah lebih dahulu dan bahwa kita harus mengasihi sesama, tetapi kita lupa bagian terakhir pesan ini: kita harus mengasihi sesama seperti diri sendiri. Yesus menunjukkan bahwa sebelum kita bisa sungguh-sungguh mengasihi orang lain dan membuat perubahan positif dalam hidup mereka, kita harus lebih dulu mengasihi diri sendiri.
Allah menghendaki kita untuk mengembangkan energi rohani, fisik, emosi, dan relasi kita. Tubuh, emosi dan hubungan yang sehat merupakan hasil dari mengenakan masker oksigen sehingga kita kemudian bisa menolong orang lain.
Jika tahu Anda hanya punya waktu 1 bulan untuk dijalani, bagaimana Anda akan merawat tubuh Anda? Jika tubuh jasmani Anda hanya punya 30 hari tersisa, mungkin Anda tergoda untuk mengabaikan tubuh Anda dan hanya melakukan apa yang Anda rasa baik dan enak. Namun cara Anda merawat tubuh Anda merupakan bidang di mana realitas gaya hidup satu bulan memiliki dampak yang jauh melampaui beberapa minggu. Tidak berolahraga, makan banyak pencuci mulut, melek sampai larut malam selama beberapa hari tampaknya menyenangkan. Namun hal itu akan membuat kita mengalami kemerosotan level energi karena kita mengabaikan diri sendiri.
Bagaimana Anda mengembangkan konsep tubuh yang sehat? Jika Anda tetap terhubung dengan pokok anggur, kesehatan rohani Anda akan terpelihara dan Anda bergeser dari kekuatan kehendak ke kuasa Allah. Dia akan memberikan kekuatan kepada Anda untuk berolahraga. Dia akan memberikan kekuatan yang sejati untuk menjalankan diet. Bukan berarti Anda menjadi atlet triathlon vegetarian yang berdoa sepanjang acara makan, melainkan Anda tidak akan terperangkap dalam penyembahan atau pengabaian tubuh. Anda menyadari tubuh Anda sebagai ciptaan Allah yang menjadi tempat tinggal jiwa Anda dan Roh Kudus, serta akan memberi prioritas pada kesehatan jasmani Anda.
Bidang penting lainnya adalah kehidupan emosi kita. Bagian terbesar dari proses menuju kedewasaan dan pertumbuhan adalah belajar untuk mengakui dan mengalami emosi tanpa dikontrol olehnya. Tentu saja itu tidak seperti menekan saklar dan mematikan ketakutan kita atau menekan tombol dan menjadi bahagia. Anda perlu menyadari bahwa kehidupan emosi tidak berarti bahwa Anda menyumbat perasaan Anda dan menyembunyikan emosi Anda. Kita hanya perlu mengekspresikan emosi kita tanpa dikontrol olehnya. Rasakan apa yang Anda rasakan, tetapi kemudian lakukan apa yang dikehendaki Allah untuk Anda lakukan.
Menggenapi tujuan kita sebagai ciptaanNya, terhubung dengan Allah sebagai sumber kehidupan kita, memungkinkan kita untuk menjadi sehat secara fisik, emosi, dan relasi. Menghirup napas lebih dulu bukan keegoisan. Hal itu penting.
PENERAPAN:
1. Bagaimana Anda menilai kesehatan Anda pada keempat bidang ini—rohani, fisik, emosi dan relasi—masing-masing, dari 1 (sangat jelek) sampai 10 (fantastik)? Apakah tantangan terbesar untuk memperbaiki kesehatan Anda dalam bidang-bidang ini? Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi tantangan ini?
2. Sediakan waktu untuk menulis tujuan spesifik untuk masing-masing bidang ini yang bisa Anda kejar selama sisa bulan ini. Pastikan tujuan Anda praktis dan bisa diukur.
From “One Month to Live” by Kerry & Chris Shook

