Jumat, 24 Februari 2023
Bacaan : Wahyu 20 : 1-6
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. (Matius 11:12)
Ada saatnya Anda pasti akan mengalami terluka. Hanya karena peperangan yang Anda hadapi itu bersifat rohani bukan berarti itu tidak nyata. Peperangan itu nyata, dan luka yang Anda alami bisa jadi seperti lebih parah daripada luka akibat baku tembak. Kehilangan anggota tubuh tidak ada apa-apanya dibanding dengan kehilangan hati; dilumpuhkan oleh pecahan peluru tidak akan menghancurkan jiwa Anda, tetapi dilumpuhkan oleh rasa malu dan rasa bersalah bisa menghancurkannya. Anda bisa terluka oleh serangan musuh. Ia tahu luka-luka masa lalu Anda, dan ia akan terus berusaha mengorek luka tersebut untuk melukai Anda. Tetapi luka yang ini berbeda; ini adalah luka kehormatan.
Kita belum sampai pada tahap peperangan rohani yang akan memberikan kita medali penghargaan, tetapi itu akan tiba. Salah satu momen paling mulia yang menanti Anda akan tiba saat Perjamuan Kawin Anak Domba. Tuhan kita akan bangkit dan memanggil semua yang telah terluka dalam peperangan demi namaNya dan Anda akan dihormati, keberanian Anda akan dihargai.
Ketika Yesus berkata, “Kerajaan Sorga diserong” (BIMK: umat Allah ditentang), apakah Anda merasa itu sebagai hal yang baik atau buruk? Bandingkan dengan yang ini: “Kerajaan sorga terbuka bagi jiwa-jiwa yang pasif dan lemah yang memasukinya dengan berbaring di sofa sambil menonton TV.” Jika Anda mau hidup dalam kerajaan Allah, Yesus berkata, ini akan membutuhkan seluruh hasrat dan kekuatan yang Anda miliki. Pertempuran akan menjadi semakin sengit, itulah sebabnya Anda diberikan hati yang penuh gairah.
~***~
Perhatikanlah bagaimana hati Anda meresponi bacaan ini—apakah hati Anda menciut karena takut, atau bangkit penuh semangat untuk menjadi bagian dalam peperangan bersama Kristus?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

