Senin, 11 Januari 2021
Bacaan : Mazmur 34 : 16-21
Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Mazmur 121:1-2)
Setiap hubungan pasti akan berubah. Ini adalah kenyataan yang berat, satu hal yang membuat saya benar-benar harus mengarahkan pandangan kepada Tuhan dan membiarkan Dia menolong saya melaluinya. Karena, sejujurnya, saya tidak menyukai perubahan.
Sebagai seorang gadis lajang, saya pernah mengalami beberapa kali putus cinta, dan itu tidak pernah menyenangkan. Entah Anda adalah pihak yang memutuskan atau diputuskan, semua menyakitkan. Anda pikir kalau Anda adalah pihak yang diputuskan, pihak satunya akan baik-baik saja. Tetapi kalau Anda pernah menjadi pihak yang memutuskan, Anda tahu bahwa cerita sebenarnya tidak begitu.
Putus cinta itu tidak enak dan menyedihkan dan merupakan rasa sakit yang unik. Kita bisa membicarakan setiap sudut sampai Anda mendengar kisahnya sampai sedetil-detilnya, cerita sebenarnya atau dibumbui, dan bahkan rasa sakit itu masih tetap ada.
Tetapi tahukah Anda apa yang jarang kita bicarakan? Ketika terjadi keretakan dalam persahabatan.
Dari semua kisah putus cinta dalam hidup saya, tidak ada yang lebih menyakitkan dari retaknya hubungan dengan sahabat saya. Saya tidak tahu kalau ada perasaan seperti itu. Rasanya benar-benar parah.
Setelah situasi mereda, saya tidak tahu harus berbicara kepada siapa dan saya tidak tahu harus merasakan apa dan saya tidak tahu harus menyebut kejadian tersebut sebagai apa. Apa yang Anda lakukan jika hubungan memburuk dengan orang terdekat Anda?
Dari semua kisah putus cinta dalam hidup saya, tidak ada yang lebih menyakitkan dari retaknya hubungan dengan sahabat saya.
Anda mengarahkan pandangan kepada Tuhan—Sang Penolong. Sang Penghibur. Bapa kita. Sahabat kita.
Yesus peduli dan Ia mengerti. Ia mengijinkan hubungannya dengan Bapa dihancurkan bagi Anda. Ia bisa merasakan kesedihan hati Anda.
Mungkin ini kedengarannya klise, tetapi percayalah. Saya melakukannya hari ini. Saya memilih untuk mempercayai Allah dan hatiNya dan bahwa mataNya selalu tertuju kepada saya, sekalipun saya merasakan perubahan dalam persahabatan yang saya tidak siap menghadapinya. Ini agak menyakitkan, ini agak menakutkan, tetapi memiliki kepercayaan dalam hal ini adalah pilihan yang berani.
Jika hubungan dalam hidup Anda mengalami perubahan yang menyakitkan hati, jangan mencoba mengusir rasa sakit itu. Beranilah untuk mengijinkan Yesus masuk ke tempat yang terkoyak itu.
JADILAH BERANI: Adakah hubungan dalam hidup Anda yang mengalami perubahan? Tuliskanlah itu. Mintalah Tuhan untuk menunjukkan diriNya dalam situasi perubahan itu.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

