Ketaatan

Minggu, 20 Maret 2022

Bacaan : 1 Yohanes 2 : 1-6

Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (1 Yohanes 2:5)

Waktu saya baru mendapatkan SIM, suatu kali saya berhenti pada sebuah lampu lalu lintas pada jam 2 dini hari, menunggunya berubah warna. Lalu lintas sepi saat itu, dan saya tidak melihat ada mobil lain. Tetap saja, saya tidak mau mendapat risiko ditilang oleh petugas polisi yang bersembunyi dalam mobil patroli di sekitar situ. Jadi saya menunggu. Satu, dua, tiga menit—akhirnya setelah lima menit, saya menerobos lampu merah dan menahan napas untuk melihat apakah ada selusin polisi yang akan menangkap saya karena pelanggaran itu. Tetapi tidak ada seorang pun.

Kalau Anda sendiri, apa yang akan Anda lakukan? Dan seberapa jauh pilihan Anda akan terpengaruh bila Anda tahu kalau Anda tidak akan tertangkap? Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menaati peraturan dan tata tertib berdasarkan kemampuan atau kesediaan kita untuk memahami tujuannya. Ketika kita memahami alasan dari peraturan itu—seperti perlunya lampu lalu lintas untuk mengatur lalu lintas di persimpangan jalan—tidak sulit untuk mematuhinya. Tetapi ketika tidak ada seorang pun di sekitar kita, kenapa harus berhenti?

Karena itu adalah hukum. Karena Tuhan bukan memberi kita pilihan untuk dipertimbangkan tetapi memberikan perintah untuk dipatuhi. Ketika kita tidak tertib di satu area, maka akan menjadi lebih mudah untuk menjadi tidak tertib di area yang lain. Kita bukan menaati Tuhan hanya karena kita takut akan Dia, kita mematuhiNya karena kita mengasihiNya.

DOA KEKUATAN

Terima kasih Tuhan, karena aku bisa mempercayaiMu dalam setiap area kehidupanku. Berikanlah aku kekuatan untuk menaatiMu dalam segala hal yang kukerjakan sepanjang hari ini.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top