Selasa, 17 Januari 2023
Bacaan : Ulangan 4 : 1 – 9
Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. … (Ulangan 4:9)
Kita telah diingatkan tentang hal kelupaan dalam Alkitab. Di dalam Perjanjian Lama, polanya begitu mudah ditebak sehingga hampir dapat dipastikan. Allah telah melepaskan umatNya dari penindas Mesir dengan menunjukkan kasih dan kuasaNya yang dahsyat. Bangsa Israel merayakannya dengan menyanyi dan menari. Tiga hari kemudian mereka sudah mengeluh tentang persediaan air.
Mereka membiarkannya keluar dari hati mereka. Semuanya. Ini sudah menjadi pola di sepanjang sejarah Israel. Tuhan datang; Ia melakukan hal-hal yang luar biasa; umat bersukacita. Mereka jatuh dalam kesukaran dan berseru mohon pertolongan. Tuhan datang; Ia melakukan hal-hal yang luar biasa; umat bersukacita. Begitu seterusnya, Anda bisa mengerti. Hal-hal tidak terlalu banyak berubah dalam masa Perjanjian Baru, tetapi semakin kontras dan pertaruhannya semakin besar. Tuhan datang dalam wujud manusia, dan sebelum Ia pergi Ia memberikan sakramen ini lengkap dengan pengingat: lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku.
Mereka tidak mengingat Dia. Ini terjadi pada setiap orang. Dari semua musuh yang harus dihadapi oleh hati Anda, mungkin inilah yang terburuk, karena kelupaan itu tipis sekali. Tetapi jarak yang diakibatkannya antara hati Anda dengan hati Tuhan, itu bisa sangat berbahaya.
~***~
Ampunilah aku yang sudah melupakan banyak hal, Tuhan. Aku datang kembali kepadaMu, untuk menjadi satu denganMu. Tinggal bersamaMu. Pulihkanlah hidupku untuk bersatu denganMu, ya Tuhan.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

