Senin, 16 Januari 2023
Bacaan : Lukas 19 : 1-10
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. (Lukas 19:4)
Kita sedang memasuki masa pencobaan besar di muka bumi. Anda telah melihat berita; Anda telah melihat teman Anda yang menderita. Peperangan rohani sedang memanas. Dibutuhkan kehidupan supernatural untuk dapat bertahan menghadapi pencobaan ini. Kekudusan, adalah kekuatan atas kondisi Anda ini, sahabatku.
Zakeus sangat ingin melihat Yesus. Allah mau orang-orang merindukanNya seperti ini. Ia ingin orang-orang memanjat pohon ara dunia ini untuk dapat melihat Yesus. Bukankah Anda juga demikian? Nah, Allah telah mengatur kisah ini sedemikian rupa sehingga melalui hidup Anda orang-orang dapat melihat Yesus.
Kalau Anda ingin menjauhkan anak-anak Anda dari Yesus, abaikanlah kekudusan (atau pakai saja teknik berpura-pura). Jadilah orang yang menyebalkan kemudian paksalah anggota keluarga untuk berdoa sebelum makan. Biarkan mereka melihat Anda berbohong kepada atasan Anda atau orang tua Anda, kemudian paksalah mereka semua pergi ke gereja. Anda ingin menjauhkan teman-teman Anda dari Kekristenan? Biarkan mereka melihat Anda meneriaki anjing Anda, kemudian bersiap-siaplah pergi ke gereja. Kurangnya kekudusan inilah yang mengaburkan “kesaksian” kita di dunia ini. Syukurlah kebalikan dari hal semua ini juga berlaku: keindahan hidup Anda sebagai sahabat Allah adalah argumen yang paling manis dan paling kuat bagi Yesus.
~***~
Tanyakanlah kepada diri Anda sendiri hari ini: Ketika orang melihat hidupku, apakah mereka melihat Yesus? Duduklah dan berdoalah kepada Yesus: Tuhan Yesus, berikanlah aku hidupMu. Berikanku kekudusanMu.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

