Rabu, 25 Januari 2023
Bacaan : Matius 14 : 22-33
Tetapi waktu Petrus melihat betapa besarnya angin di danau itu, ia takut dan mulai tenggelam. … (Matius 14:30—BIMK)
Ketika Yesus mendapati Petrus di perahu, Ia tidak memuji keaslian Petrus. “Wah, Petrus, Aku senang betapa jujurnya engkau dengan keragu-raguanmu, tenggelam di lautan. Banyak orang pasti akan bisa merasakan hal yang sama.” Tidak. Ia menegur Petrus karena ragu-ragu.
Keragu-raguan bukan hanya membuat Anda nyaman dengan budaya, tetapi juga menjadi alasan sehingga Anda merasa tidak perlu bertindak. Jika Anda yakin bahwa orang benar-benar akan masuk neraka kalau mereka tidak menerima Kristus sebagai Juruselamat, Anda tentu akan lebih berani membagikan iman Anda—dan apakah itu akan menjadi canggung di tempat kerja? Jadi perhatikanlah bagaimana keragu-raguan telah membuat Anda nyaman. Motivasi sangat berperan disini. Keragu-raguan bukanlah kebajikan ataupun kerendahan hati. Keragu-raguan adalah ketidakpercayaan. Yesus ingin Anda melepaskannya, bukannya malah menerimanya.
Saya mengangkat tentang hal ini karena ini mencerminkan waktu. Alkitab memberitahu Anda supaya tidak membiarkan waktu mempengaruhi Anda. Anda menghirup udara budaya masa kini, Anda menerimanya sebagai suatu asumsi. Tetapi sesungguhnya Anda mengejar sesuatu yang lebih murni: kekudusan Yesus yang indah.
~***~
Tuhan Yesus, aku menjawab ya untukMu, Tuhan. Aku memilih untuk percaya. Aku memilih untuk selaras denganMu, Tuhan!
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

