Sabtu, 28 November 2020
Bacaan : Kejadian 3 : 1-7
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, (Kejadian 3:2-4)
Hawa adalah wanita pertama yang tertipu oleh kata-kata—tetapi dia bukan yang terakhir. Allah mengatakan suatu hal, Iblis mengatakan hal yang lain . . . dan Hawa jatuh ke dalam tipu daya Iblis.
Dosa dan rasa malu memasuki dunia kita, dan Yesus telah membayar semua itu dengan hidupNya. Jadi, pergumulan Anda untuk memisahkan kebenaran dari dusta adalah hal yang digumulkan setiap umat manusia. Sangat sulit untuk mempercayai kebenaran jika pikiran Anda dibanjiri dengan kebingungan dan cerita-cerita bohong. Dan Iblis adalah oknum yang selalu berusaha mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh 10:10).
Iblis adalah pendusta. Saya tahu bahwa Anda juga mengetahuinya, tetapi saya ingin mengatakannya lagi: ia adalah pendusta. Ia ingin membatasi Anda, memberi label pada Anda, dan menghalangi Anda menjadi berani dan melakukan pekerjaan yang Tuhan tetapkan bagi Anda.
Ketika Iblis berbohong kepada Anda (misalnya mengatakan, “Kamu tidak punya bakat sama sekali), pikiran itu mulai berputar-putar dalam benak Anda: Ia lebih bagus daripada saya dalam pekerjaan ini. Saya benar-benar adalah orang paling bodoh di kantor ini.
Tak lama, kebohongan tentang diri Anda itu akan membawa pada kebohongan tentang orang lain (“Sudahkah kamu bertemu manajer yang baru? Nggak terlalu pintar sih…”) oleh karena Anda merasa terluka dan tidak aman (insekyur).
Sangat sulit untuk mempercayai kebenaran jika pikiran Anda dibanjiri dengan kebingungan dan cerita-cerita bohong.
Anda mendengar sebuah kebohongan, Anda memperlakukannya seperti suatu kebenaran, dan hal itu mulai menentukan diri Anda, seperti sebuah label. Dan kemudian Anda bertindak seperti yang dikatakan label tersebut.
Ini adalah sebuah lingkaran setan yang hanya bisa diatasi dengan cara mendekatkan diri pada kebenaran—kebenaran yang sesungguhnya. Itulah sebabnya saya menyukai Alkitab. Dalam firmanNya, Allah telah memberikan Anda semua label yang Anda perlukan, dan itulah caranya kita belajar memperlakukan diri kita sendiri dan satu sama lain dengan benar.
Saudaraku, inilah saatnya untuk berhenti mendengarkan dusta Iblis dan label-label yang diberikannya supaya Anda bisa mendengar kebenaran yang sesungguhnya.
JADILAH BERANI : Bacalah kisah Daud dan Goliat (1 Sam 17). Label-label apakah yang diberikan orang-orang kepada Daud? Manakah sesungguhnya label yang benar?
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

