Jumat, 19 Agustus 2022
Bacaan : Markus 8 : 31-38
Apa untungnya bagi seseorang, kalau seluruh dunia ini menjadi miliknya, tetapi ia kehilangan hidupnya? (Markus 8:36—BIMK)
Waktu anak saya Bookie masih balita, saya melihatnya melompat dan menjerit dengan girang di beranda rumah kami. “Temanku! Temanku!” ia berseru dengan gembira, berputar-putar kegirangan.
Saat saya melihat ke arah dia menunjuk, saya melihat sesuatu yang kelihatannya seperti mainan anak-anak, mungkin ular-ularan plastik atau boneka tokoh aksi yang ditinggalkan oleh anak kecil lainnya, di pinggiran beranda kami. Namun, ketika saya mendekat, saya memperhatikan bahwa “temannya” itu mulai menggeliat dan bersuara—itu adalah bayi ular derik! Saya hampir saja menjatuhkan Bookie supaya ia menyingkir dan saya bisa “mengurus” teman kecilnya itu.
Saya tidak akan pernah melupakan peristiwa itu, sebagian karena itu lucu tapi sekaligus berbahaya. Tetapi ini juga menggambarkan bagaimana kita seringkali pernah merasakan ada hal-hal yang kita pikir kita butuhkan, kita sukai, sesuatu yang kita tak dapat hidup tanpanya. Pada awalnya tampak tak berbahaya, tetapi pada akhirnya akan menyebabkan bahaya besar dalam hidup kita. Kita mencari sesuatu yang akan menjawab kebutuhan kita, tapi akhirnya menjadi ketergantungan terhadap sesuatu yang palsu yang dapat melukai jiwa kita.
Tak ada sesuatu pun yang layak menghalangi Anda untuk bertumbuh dalam mengasihi Tuhan. Tetaplah berjuang. Jangan tertipu dengan hatimu sendiri. Sebaliknya, berfokuslah kepada Allah.
DOA KEKUATAN
Ya Tuhan, seringkali aku mengejar sesuatu yang kuharap bisa memuaskanku, tetapi akhirnya kecewa karena hal itu tidak memenuhinya. Ingatkanlah aku bahwa Engkaulah satu-satunya yang dapat memuaskan kerinduan hatiku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

