Harapan Terakhir Anda

Rabu, 11 Januari 2023

Bacaan : Mazmur 6

dan jiwakupun sangat terkejut; tetapi Engkau, TUHAN, berapa lama lagi? Kembalilah pula, TUHAN, luputkanlah jiwaku, selamatkanlah aku oleh karena kasih setia-Mu. (Mazmur 6:4-5)

Saat harapan biasa Anda tiba-tiba dipertanyakan, hal itu menimbulkan kekuatiran, tetapi itu saja, tidak lebih. Harapan berharga yang dipermasalahkan dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Tetapi harapan terakhir kita terletak di bagian terdalam jiwa kita—harapan hidup dan mati kita. Ketika harapan terakhir tiba-tiba tampak tidak pasti, itu dapat mengguncang jiwa kita yang paling dalam. Satu-satunya hal yang masuk dalam kategori harapan terakhir adalah hal-hal yang akan menghancurkan hati dan jiwa Anda jika tidak terpenuhi. “Aku berharap Tuhan dapat mengampuniku.” “Aku berharap entah bagaimana kesalahanku dapat ditebus.” “Aku harap akan bertemu denganmu lagi.”

Saya akan berterus terang kepada Anda—sangat sedikit hal yang layak mendapat tempat di hati Anda sebagai harapan terakhir, karena ketika harapan terakhir ini tidak terjawab, akibatnya adalah kehancuran yang rasanya Anda tidak akan pernah dapat dipulihkan. 

Sangat mudah untuk membiarkan hati Anda mengembara, tetapi dengan menyelaraskan hati Anda dengan hal yang terpenting, yaitu harapan pertama Anda—harapan akan pembaruan segala sesuatu—Anda bisa menang.

~***~

Aku menyelaraskan harapanku yang terdalam dan terakhir kepadaMu, Tuhan. Aku memberikan hatiku untuk kedatanganMu kembali, serta pemulihan segala sesuatu. Tidak ada yang lain.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top