Halaman yang Indah

Senin, 29 Agustus 2022

Bacaan : Mazmur 65 : 5-14

Tanah itu Kaupelihara dan Kauberi hujan, Kaujadikan subur sehingga hasilnya berlimpah. Sungai-sungai Kauisi penuh dengan air, Kausediakan gandum bagi mereka, ya, begitulah Engkau menyediakannya. (Mazmur 65:10—BIMK)

Tak lama setelah Amy dan saya menikah, anak perempuan tetangga sebelah rumah kami datang untuk salah satu kunjungan rutinnya. Pada waktu itu Rachel mungkin masih berusia enam tahun, dan setelah memberikan saya pelukan hangatnya seperti biasa, ia melihat ke halaman depan saya dan dengan polos berkata, “Papaku bilang halamanmu yang paling jelek di seluruh komplek ini.” Lalu dia lari untuk mencari Amy dan bermain.

Saya harus tertawa, karena tahu dia tidak bermaksud menghina saya. Tetapi dia—atau lebih tepatnya ayahnya—memang benar. Halaman kami tidak terlihat bagus. Sebagian tidak ada rumputnya sama sekali, dan hampir seluruhnya ditumbuhi rumput liar. Dan tinggal di sebelah rumah ayahnya Rachel sama sekali tidak membantu—orang yang mungkin memenangkan penghargaan “pemotong rumput bulan ini” mungkin selama tujuh puluh sembilan bulan berturut-turut.

Amy menyarankan supaya saya meminta masukan dari ayah Rachel, dan dia punya banyak masukan untuk diberikan. Siapa yang tahu kalau ada waktu yang tepat untuk memberi pupuk? Dan jeda waktu dua minggu untuk menanami rumput halaman? Tidak ada yang pernah memberi tahu saya tentang gandum hitam musim dingin (biji-bijian sereal yang biasanya ditanam pada musim gugur di kebun sayuran). Dan menyirami secara rutin ternyata terlalu mahal untuk anggaran awal kami. Tetapi semua ini dibutuhkan untuk menanami dan merawat halaman yang indah.

Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan dengan Tuhan. Jika Anda ingin mengenalNya secara intim, dibutuhkan waktu dalam doa, penyembahan, mencari Tuhan dalam firmanNya, dan persekutuan dengan sesama orang percaya. Dibutuhkan perhatian penuh untuk itu.

DOA KEKUATAN

Ya Tuhan, seringkali aku terlalu sibuk, sehingga melalaikan hubunganku dengan Engkau. Ampunilah aku ketika aku mengabaikan apa yang harus dilakukan untuk bertumbuh dalam imanku. Biarlah aku tetap berakar dalam kasihMu.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top