Senin, 21 Februari 2022
Bacaan : 1 Yohanes 3 : 18-24
Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, … (1 Petrus 4:8)
Putri saya yang remaja akan mengundang teman-temannya ke rumah, dan mereka semua akan sangat senang saat mereka memasuki rumah, mengobrol dan tertawa bersama. Mereka langsung menuju ruangan yang nyaman di mana mereka semua bisa duduk-duduk di kursi besar atau di sofa. Mereka duduk berdampingan satu dengan yang lain—beberapa di antara mereka bahkan bersandar satu sama lain—dan setiap mereka menatap serius ke arah layar kecil mereka sendiri-sendiri. Mereka semua sendirian bersama! Seorang gadis remaja tidak berpikir untuk mengirim chat kepada teman yang duduk tepat di sampingnya!
Kita orang dewasa juga tidak lebih baik. Kita pasti pernah melihat, atau sejujurnya, berada dalam situasi, saat bersama keluarga di sebuah restoran dengan masing-masing anggota terpaku pada ponsel atau tablet mereka—sibuk dengan WA, bermain game, mengirim email, googling di internet, atau apapun. Kita kehilangan kemampuan untuk terhubung satu sama lain dengan cara yang alami.
Hadir secara fisik itu sangat penting. Tetapi kalau Anda melakukannya hanya untuk bisa mencentang beberapa poin agenda Anda dan berkata, “Yah, saya sudah mencoba. Saya menemui mereka, tapi rasanya canggung. Saya rasa saya bukan orang yang pandai bergaul,” maka saya jamin Anda tidak akan pernah membuat perbedaan dalam kehidupan mereka—atau kehidupan Anda sendiri. Ya, Anda harus hadir secara fisik dengan orang-orang. Tetapi Anda harus terlibat secara emosional juga. Jangan hanya “hadir”, beradalah sepenuhnya di sana.
Terlibatlah secara mendalam. Dengan total. Pastikan bahwa orang yang ada bersama Anda dalam ruangan itu adalah orang paling penting di dunia saat Anda bersama-sama. Tunjukkanlah kepada mereka kasih dan perhatian yang sama yang telah Tuhan limpahkan kepada Anda.
DOA KEKUATAN
Ya Bapa, mampukanlah aku untuk fokus pada hati orang-orang di sekitarku. Tolonglah aku untuk hadir sepenuhnya, menunjukkan kepada mereka betapa Engkau mengasihi mereka melalui perhatianku.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

