GPS

Rabu, 22 Juli 2020

Bacaan :  1 Korintus 12 : 1-11

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. (1 Korintus 12:4-5)

Apakah Anda bersyukur seperti saya ketika GPS (Global Positioning System) telah tersedia untuk digunakan dalam mobil? Mungkin itu karena saya dibesarkan dalam era film Star Wars, tetapi saya menghargai kecerdasan konsepnya dan menyukai manfaat praktis yang diberikannya. Dari satu tempat di ruang angkasa, satelit mengarahkan sinyal turun ke alat kecil ini, yang kemudian bisa memberi tahu saya mengenai posisi dan jalan yang harus saya lalui untuk sampai di tempat yang saya tuju.

GPS bukan sekedar menuntun di antara lokasi geografis. Ia mengilustrasikan cara yang indah untuk memikirkan hal-hal yang ditanamkan Allah dalam diri kita untuk membantu kita menemukan jalan menuju hidup yang berkelimpahan. Identitas kita masing-masing dan rencana yang unik berjalan berdampingan.

Bagaimana hal ini membantu kita mengetahui bagaimana kita harus hidup dan apa tujuan kita? Kita harus bersedia mengaktifkan GPS yang ditanamkan Sang Pencipta dalam diri kita. Jika kita ingin menemukan jalan kita melalui banyak situasi dan pilihan hidup, kita harus bersedia menggunakan 3 sumber daya penting: Karunia (Gifts), Gairah (Passions), dan Pergumulan (Struggles) kita.

Allah telah memberikan satu galaksi karunia kepada kita dan Dia tidak mengabaikan Anda. Dia telah memberi kemampuan dan talenta yang unik kepada Anda. Beberapa karunia merupakan bakat alam yang Anda miliki saat Anda dilahirkan, dan yang lain adalah karunia rohani yang muncul ketika Anda menyerahkan hidup Anda untuk mengasihi Kristus. Paulus menyatakan bahwa perbedaan itu tidak menimbulkan masalah, karena jika Anda melakukan sesuatu dengan baik dan mendatangkan kemuliaan bagi Allah, itu merupakan hal rohani, semuanya berasal dari Allah, dan Dia senang ketika Anda menggunakan apa yang Dia berikan kepada Anda. Beberapa orang di antara kita pandai berbicara, yang lain pandai menyanyi. Beberapa orang pandai dalam akuntansi, yang lain pandai membuat desain. Beberapa orang terampil dalam memimpin, yang lain dalam mengajar. Kita semua ahli dalam sesuatu, dan tak seorang pun ahli dalam segala sesuatu.

Cara Anda menggunakan karunia Anda seringkali tergantung pada sesuatu yang paling Anda perhatikan, gairah Anda. Kita menemukan tempat dan tujuan kita dalam hidup ketika kita menemukan gairah kita. Kata antusias seperti terdapat dalam Roma 12:11 berasal dari 2 kata Yunani en dan theos yang berarti “Allah yang ada di dalam.” Antusiasme dan gairah berasal dari Allah yang ada di dalam kita. Dia telah menaruh gairah jauh di dalam diri saya karena satu alasan: Dia menghendaki saya mengejar obsesi itu. Jika karunia adalah mesin, gairah adalah bahan bakar yang mendorong saya dan membuat saya terus berjalan.

Kekuatan ketiga dalam GPS—pergumulan—sama pentingnya seperti dua hal yang lain. Mengapa? Karena jika Allah mengijinkan kita melalui pergumulan, masalah dan kesulitan, kita belajar bergantung kepadaNya. Kita belajar tentang keterbatasan kita sendiri dan diingatkan untuk bersandar kepadaNya untuk memenuhi apa yang paling kita butuhkan. Ketika kita belajar bergantung padaNya, Dia akan memenuhi kita dengan kuasa dan kekuatanNya. Jika kita tidak pernah mengalami pergumulan atau masalah, kita tidak pernah bergantung pada Allah dan tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui rasanya memiliki kuasaNya dalam hidup kita.

Dengan memberikan sistem GPS kepada Anda, Allah memperlengkapi Anda untuk menghindari jalan pintas dan jalan buntu yang akan Anda temui jika Anda ikut arus. Anda memiliki kebebasan kreatif untuk menjadi seperti yang dikehendaki Allah bagi Anda.

PENERAPAN:

1. Di atas selembar kertas, beri nomor 1-5 dan daftar 5 karunia berbeda yang Anda ketahui Anda miliki. Jangan merendahkan diri sendiri atau malu-malu. Minggu ini mintalah kepada minimal 3 orang anggota keluarga atau teman dekat untuk mencatat karunia yang mereka lihat ada pada diri Anda. Bandingkan dengan daftar yang Anda buat sendiri. Apa yang paling mengejutkan Anda? Mengapa?

2. Bagaimana pekerjaan atau bidang karir Anda mencerminkan obsesi Anda? Jika tahu Anda hanya punya waktu yang terbatas untuk menjalani hidup, apakah Anda ingin melanjutkan karir di bidang ini? Mengapa ya atau mengapa tidak? Buatlah daftar halangan yang Anda percaya menghalangi Anda mencapai pekerjaan/karir yang Anda impikan, dan atasi rintangan itu bersama Allah dalam doa.

From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top