Kamis, 7 Januari 2021
Bacaan : 1 Korintus 13
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:4-7)
Saya tidak tahu di mana posisi Anda berada dalam perjalanan sejarah maupun kisah gereja Anda. Mungkin Anda belum lama mulai mengikut Yesus dan gereja adalah sesuatu yang favorit bagi Anda. Saya senang mendengarnya, tetapi inilah kebenarannya. Seperti halnya jenis hubungan yang lainnya, Anda dan gereja juga akan mengalami masa-masa yang sulit. Seperti hubungan yang lainnya, pada titik tertentu kesalahan yang dibuat oleh pemimpin di gereja akan membuat Anda kecewa. Di situlah Anda perlu mempraktikkan 1 Korintus 13.
Tahukah Anda mengapa kehidupan bergereja itu berat? Karena kita ini manusia. Kita. Semua. Manusia.
Gereja lokal saya beberapa waktu yang lalu melalui sesuatu yang cukup berat, dan sejujurnya, perasaan saya tidak karu-karuan. Rasanya saya ingin pergi saja.
Suatu kali saya bertanya kepada teman saya, Pdt. Scott Sauls, apa yang terjadi ketika Anda bertahan di sebuah gereja bahkan ketika Anda merasa terluka atau rasanya sangat berat. Ia berkata, “Di situlah kamu akan bertumbuh dewasa.”
Wow.
Bagian dari menjadi orang Kristen ialah bergumul melalui firman dan bergumul melalui hubungan. Jika kita menarik diri dari gereja lokal, berarti kita bahkan tidak bergumul. Kita kehilangan peluang untuk bergumul di dalamnya sehingga Anda dapat mengasihi di luar.
Tahukah Anda mengapa kehidupan bergereja itu berat? Karena kita ini manusia. Kita. Semua. Manusia.
Ketika kita berada di luar komunitas Kristen, kita juga dipanggil untuk mengasihi. Untuk memperlakukan satu sama lain dengan kebaikan. Untuk mendahulukan orang lain di atas kepentingan pribadi. Jika kita menarik diri dari gereja, berarti kita menarik diri dari keluarga kita orang-orang percaya, yang adalah support system (sistem penunjang) kita.
Orang-orang Kristen yang berani mau terhubung di dalam gerejanya. Dan orang-orang yang berani bersedia tetap terhubung, bahkan ketika dalam keadaan yang sulit sekalipun.
JADILAH BERANI: Minggu ini, bergabunglah dengan ibadah dan DNA. Jika Anda tidak tahu mau bergabung di kelompok yang mana, tanyalah kepada seseorang. Jika Anda pernah merasa terluka, kembalilah—kepada orang yang Anda kenal ataupun tidak. Tetapi beranilah melangkah kembali dan lihatlah apa yang akan terjadi selanjutnya.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

