Minggu, 17 Januari 2021
Bacaan : Mazmur 27
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! (Mazmur 27:14)
Saya ingin terbang pulang dari Dallas ke Nashville satu hari lebih awal dari yang saya rencanakan. Saya lelah berada di jalanan dan rencana saya selama di Dallas ternyata berubah, yang berarti saya bisa pulang 24 jam lebih awal dari yang saya perkirakan.
Jadi saya segera menelepon layanan tiket begitu saya sadar saya bisa segera pulang. Dan setelah menjawab beberapa pertanyaan otomatis, saya duduk menunggu. Untuk waktu yang lama. Tetapi saya sangat ingin pulang, jadi saya tidak menutup teleponnya, meskipun saya benar-benar telah memikirkan untuk menutupnya.
Itu adalah penantian yang tidak jelas, bukan? Pada saat seperti itu, saya tidak tahu kapan harus menutup telepon. Bisa saja saya adalah penelepon berikut yang akan mereka layani, atau bisa juga giliran saya masih setengah jam lagi. Lalu saya pikir, Kalau saya menunggu di sini, apakah mereka akan segera melayani saya? Atau kalau saya tutup teleponnya dan menelepon lagi nanti, apakah saya bisa melewati antrian pelanggan yang sedang menunggu atau saya bisa segera dihubungkan dengan layanan pelanggannya?
Saya hampir saja menangis karena saya merasa seperti saya sedang menunggu dalam segala hal saat ini. Di telepon, dan dalam hidup saya, mungkin saya adalah giliran berikutnya, atau mungkin juga tidak.
Beranilah untuk bersabar—bukan hanya di luar, tetapi di dalam.
Apakah Anda berada dalam masa penantian saat ini? Apa yang Anda lakukan ketika Anda menjawab ya atau menjawab tidak, tetapi Anda masih tetap menunggu? Ke mana Anda akan melangkah dari situ?
Hidup ini penuh dengan masa penantian, dan Anda bisa menjadi berani dalam menunggu dan melaluinya dengan baik. Beranilah untuk bersabar—bukan hanya di luar, tetapi di dalam.
Yesus menunjukkan dalam hidupnya sendiri, dan dalam ayat Alkitab hari ini. Ia penuh kasih sayang, murah hati, sabar.
Bila kita mengingat betapa Tuhan telah bersabar terhadap kita, itu bisa menolong kita untuk bersabar dalam masa penantian kita. Menantikan upah atas pekerjaan kita. Menantikan suatu hubungan disembuhkan. Menantikan pencobaan akan berakhir.
Anda bisa menjadi berani dalam masa penantian seperti apapun dan Anda akan menemukan diri Anda hidup dalam ketergantungan penuh kepada Bapa yang penuh kesabaran, Bapa yang selalu setia.
JADILAH BERANI: Penantian apakah dalam hidup Anda yang Anda alami saat ini? Tuliskanlah itu dalam jurnal Anda.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

