Bermimpi Bagian per Bagian

Kamis, 17 Desember 2020

Bacaan : 1 Samuel 17 : 23-37

Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” (1 Samuel 17:37)

Allah mengenal saya. Dia juga mengenal Anda. Ia tahu bahwa kita perlu bermimpi bagian per bagian karena akan terlalu menakutkan membayangkan keseluruhan gambar besarnya. Kalau saja ketika saya masih kuliah untuk menjadi guru SD saya tahu saya bakal menjadi penulis buku dan pembicara, mungkin saya akan meringkuk di bawah kolong tempat tidur saya dan tinggal di sana selama satu atau lima tahun. Saya bisa berada di sini saat ini karena langkah-langkah kecil serta momen-momen keberanian bertahap melalui karir menulis saya yang telah bertumbuh menjadi seperti sekarang ini.

Ia tahu bahwa kita perlu bermimpi bagian per bagian karena akan terlalu menakutkan membayangkan keseluruhan gambar besarnya.

Saya memikirkan tentang Raja Daud, ketika ia masih remaja dan menengok kakak-kakaknya di medan pertempuran melawan orang Filistin. Ia melihat bahwa semua orang takut kepada Goliat, si raksasa yang berada di pasukan lawan.

Daud si gembala muda berkata kepada Raja Saul bahwa ia akan melawan Goliat. Semua orang tertegun karena Daud masih sangat muda, dan semua tentara Israel lainnya—orang-orang dewasa—sangat takut kepada Goliat. Respon Daud menunjukkan kepada kita pentingnya langkah-langkah keberanian hari demi hari akan membawa kita kepada kisah yang lebih besar.

Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” (1 Samuel 17:34-36)

Daud, si anak gembala ini, melawan singa. Dan beruang. Dan menyelamatkan domba-dombanya. Ia tidak pernah membunuh singa sebagai persiapan untuk menghadapi beruang. Ia tidak membunuh beruang sebagai persiapan untuk menghadapi Goliat. Ia hanya mengambil langkah keberanian dalam setiap kesempatan—melakukan kewajibannya melindungi domba-dombanya. Dan ketika skala tantangannya semakin besar, demikian pula keyakinan Daud semakin berkembang dalam cara yang unik sebagaimana Allah menciptakan dia. Yang lebih penting lagi, Daud sepenuhnya percaya kepada Allah dan bahwa Allah memberikan peranan kepadanya yang harus ia perankan yang membutuhkan keberanian. Hal yang sama juga berlaku bagi Anda dan saya.

JADILAH BERANI: Apakah salah satu area dalam hidup Anda di mana Anda sudah bisa berani saat ini?

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top