Kamis, 5 November 2020
Bacaan : 1 Yohanes 5 : 6-12
Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikanNya menurut kehendakNya. (Ibrani 2:4)
Dalam Perjanjian Lama kata kesaksian berasal dari kata “melakukan lagi”. Maksudnya adalah bahwa Allah ingin mengulang pekerjaanNya yang ajaib ketika kita berbicara tentang apa yang telah Ia kerjakan. Dalam Perjanjian Baru kita mendapat peneguhan tentang prinsip tersebut dalam Wahyu 19:10: “Kesaksian Yesus adalah roh nubuat.” Ayat ini mengatakan jika Allah telah melakukan satu kali, Ia siap untuk melakukannya sekali lagi. Catatan lisan atau tertulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan oleh Yesus mendatangkan pengurapan nubuat yang menyebabkan perubahan peristiwa dalam dunia roh sehingga mujizat yang diucapkan bisa terjadi kembali. Sesungguhnya kesaksian seringkali menyampaikan suara Tuhan secara aktual. Belajar memahami hal itu akan memampukan kita untuk bekerja sama dengan gerakan Roh Allah yang dilepaskan melalui kesaksian.
Satu hari Minggu pagi saya mengajar tentang kuasa kesaksian dan menceritakan kisah tentang anak kecil yang disembuhkan dari kaki pengkor. Satu keluarga dari negara bagian lain datang berkunjung. Mereka punya anak perempuan kecil, yang berusia hampir 2 tahun, yang kakinya tertekuk ke dalam begitu parah sehingga ia akan menginjak kakinya sendiri ketika berlari. Ibu anak itu mendengar kesaksian yang saya sampaikan dan berkata dalam hatinya, “Saya akan menerapkan itu untuk anak perempuan saya.” Ketika ia menjemput anak perempuannya dari ruang bermain kami, ia memperhatikan bahwa kaki anaknya sudah lurus dengan sempurna! Tidak ada seorang pun berdoa untuknya. Allah berbicara melalui kesaksian, ibu itu mendengar, dan anak perempuan itu disembuhkan.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

