Anda Bisa Mendengar Tuhan

Minggu, 13 Desember 2020

Bacaan : Yohanes 10 : 1-15

tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. (Yohanes 10:2-4)

Sebelum ini saya selalu tinggal di Georgia. Selama dua-puluh-tujuh-tahun pertama dalam hidup saya, saya memanggil tempat tersebut sebagai rumah. Saya menyukai SIM Georgia saya, tim olahraga Georgia, stiker Georgia di mobil saya, dan rumah saya di Georgia.

Lalu pada suatu bulan Oktober, saya merasakan sesuatu yang sangat kuat dalam hati saya tentang Nashville, Tennessee. Saya sangat takut. Saya bahkan tidak ingin berpikir untuk pindah, apalagi benar-benar melakukannya. Tetapi saya sudah mengikut Tuhan cukup lama, dan saya telah belajar mendengar suara Tuhan dalam hidup saya. Saya mengenali suara serta dorongan yang lembut itu.

Saya tidak ingin pergi. Saya bisa mengingat ibadah terakhir di gereja saya di Georgia sebelum kepindahan saya. Ketika musik mulai dimainkan, air mata saya mulai mengalir dan banyak hal terlintas dalam pikiran saya: Ini adalah hari Minggu terakhir saya di rumah, semuanya akan segera berubah, mungkin Tuhan akan mengubah keinginanNya, mungkin selama ini aku salah . . . Tunggu dulu. Mungkin Tuhan akan mengubah keinginanNya?

Saya seorang yang jenius, pikir saya. Saya berdoa saja dan meminta Dia mengubah keinginanNya. Ia tahu saya bersedia untuk pergi—saya sudah membayar uang sewa bulan pertama rumah kontrakan di Nashville dan sudah memindahkan satu mobil box barang-barang ke sana. Sekarang Ia akan membebaskan saya.

Saya sudah mengikut Tuhan cukup lama, dan saya telah belajar mendengar suara Tuhan dalam hidup saya.

Maka itulah yang saya doakan. Sementara orang lain menyembah Tuhan, saya tawar-menawar dengan Dia. Saya mengingatkanNya betapa saya telah benar-benar bersedia untuk pergi. Saya tahu terkadang Ia tidak benar-benar membuat Anda melakukan sesuatu, hanya ingin melihat kesediaan Anda. Saya memohon kepadaNya untuk tidak membuat saya pergi. Saya memohon kepadaNya untuk mengubah keinginanNya.

Kemudian sebuah pernyataan yang kuat melintas dalam pikiran saya dan langsung tertancap dalam hati saya.

Nashville adalah hadiah terbesar yang Kuberikan untukmu.

Saya menarik nafas dalam-dalam. Saya tahu ini benar. Memang tidak terasa nyata. Tidak terlihat nyata. Tetapi saya tahu itu suara Tuhan, dan saya tahu itu adalah kebenaran.

Hal itu tidak terasa sebagai sebuah hadiah untuk waktu yang lama. Pada awalnya rasanya buruk sekali, kemudian menjadi oke, lalu bisa bertahan, dan menjadi baik, akhirnya menjadi luar biasa. Tetapi ketahuilah: satu hal yang Tuhan bisikkan dalam hati saya beberapa tahun yang lalu itu adalah salah satu hal yang paling nyata yang saya tahu hari ini.

Nashville adalah hadiah terbesar yang Tuhan berikan untuk saya. Itu pasti. Tidak ada keraguan. Ia sudah tahu sejak dulu. Dan kita tahu itu sekarang.

Saya sangat tidak setuju dengan orang-orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak lagi berbicara kepada kita. Saya merasa Ia selalu berbicara dengan kita—melalui Alkitab, melalui alam, melalui orang lain, melalui kehidupan Yesus, dan secara langsung melalui Roh Kudus yang ada dalam diri Anda. Anda pun dapat mendengar Dia, kalau Anda mau. Dia berbicara, dan Ia akan bercakap-cakap dengan Anda jika Anda mendengarkan.

JADILAH BERANI: Apakah hari ini Anda cukup berani untuk mempercayai bahwa Allah ingin berbicara kepada Anda? Mintalah kepadaNya. Berdoalah: Ya Tuhan, aku ingin mendengarMu. Aku ingin mengetahui suaraMu dan mengenalinya. Aku mau mendengarkan. Berbicaralah Tuhan.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top