Selasa, 10 Januari 2023
Bacaan : Amsal 13 : 12-15
Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. (Amsal 13:12)
Harapan itu sangatlah berharga. Ini adalah garis hidup Anda. Harapan biasa menunjukkan bahwa hati Anda masih hidup, tetapi tidak ada artinya jika dibandingkan dengan harapan Anda yang berharga: “Aku harap kehamilan ini berjalan dengan baik”; “Aku berharap Tuhan mendengar doaku untuk sahabatku”; “Aku harap hasil CT scan tidak menunjukkan apapun yang buruk.” Harapan yang berharga masuk jauh lebih dalam di hati Anda, dan mereka cenderung mengobarkan doa-doa Anda yang sungguh-sungguh.
Anda tentu memperhatikan bahwa banyak orang telah membiarkan harapannya mengembara—mengubah harapan biasa menjadi harapan yang berharga dan mengubah harapan yang benar-benar berharga menjadi harapan terakhir. Orang yang melakukan bunuh diri karena patah hati atau diselingkuhi telah mengambil sebuah harapan yang berharga dan menjadikannya sebagai hasil dari keberadaan mereka sendiri.
Ketika harapan yang berharga ini hancur, itu dapat benar-benar menghancurkan hati Anda. Ini dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Mungkin Anda tidak akan pulih dalam seminggu atau bahkan lima tahun, tergantung dari besarnya kehilangan dan juga sumber daya lain yang ada dalam hidup Anda.
Jika Anda menaruh harapan Anda pada sesuatu yang tidak mungkin terjadi untuk Anda, Anda akan terus-menerus merasa kecewa. Harapan ini memang tidak pernah dimaksudkan untuk menjalankan peranan itu. Hanya Tuhan yang tahu kedalaman hati dan keinginan Anda. Hanya Dia yang sanggup memenuhi semua kebutuhan Anda.
~***~
Tuhan Yesus—selamatkanlah hatiku dan semua harapanku yang hancur. Engkaulah Penyembuhku, mari datanglah dan sembuhkanlah semua harapan yang hilang dalam diriku. Bangkitkanlah harapanku, ya Tuhan.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

