Memadamkan Api

Kamis, 28 Oktober 2021

Bacaan : Yakobus 3 : 1-12

… barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia … dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. (Yakobus 3:2)

Saya memandang wajah teman saya Donna yang muram. Rasa bersalah bergejolak di dalam diri saya. Dia merasa kecewa. Kepada saya. Dan dia berhak merasa demikian.

Ya, saya memang telah mengacaukannya. Donna telah menceritakan kepada saya bahwa anak laki-lakinya mengalami kejang beberapa waktu yang lalu dan dia sangat ketakutan. Tanpa berpikir, saya segera menyampaikan hal ini ke sebuah grup teman-teman yang mengenalnya … bukan sebagai permohonan doa yang mendesak, atau dengan tujuan untuk menolong keluarga Donna (sebuah alasan yang cukup baik sebenarnya), tetapi hanya sebagai bahan pembicaraan.

Sama seperti ketika kita membicarakan tentang anjing berkaki-tiga.

Seminggu kemudian, beberapa teman wanita dari grup itu menanyakan hal itu kepada Donna. “Kok kalian tahu?” tanya Donna dengan raut wajah berkerut. “Kami mencoba menyimpan privasi untuk saat ini.”

“Deb yang memberi tahu kita,” jawab mereka. Semua mata tertuju kepada saya.

Oh, tidak.

Pada saat itulah saya menyadari bahwa saya telah melanggar kepercayaannya. Mengkhianati keyakinannya kepada saya. Mengecewakan dia. Rasa malu menyelimuti hati nurani saya.

Banyak di antara kita yang tidak memberi waktu untuk sebuah pemikiran mengendap cukup lama sebelum kita mengeluarkannya dari mulut kita. Kita punya masalah bocor mulut.

Angkat tangan kalau itu adalah Anda. Tidak apa-apa. Akui saja. Saya juga mengangkat tangan, apakah Anda juga?

Sebagai pengikut Kristus kita pasti ingin menghormati Dia melalui perkataan kita. Tetapi seringkali kita malah menghabiskan banyak waktu berusaha memadamkan hutan yang terbakar akibat perkataan kita.

Jangan putus asa, kawan. Masih ada harapan untuk bisa mengendalikan mulut! Sang Pencipta pengendalian diri dengan senang hati akan memberikan kekang kalau kita benar-benar mau berubah (Mazmur 39:2).

Ya Allah segala Kebijaksanaan,

Tutuplah mulutku ya Tuhan. Itu saja. Tutuplah mulutku.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top