Lutut Onta

Rabu, 27 Oktober 2021

Bacaan : Matius 6 : 5-8

Oleh sebab itulah saya berlutut di hadapan Bapa. (Efesus 3:14BIMK)

Yakobus, yang menuliskan surat Yakobus dalam Perjanjian Baru dan adalah saudara Tuhan Yesus (orangtuanya adalah Maria dan Yusuf), mempunyai julukan “Lutut Onta” karena lututnya yang kapalan karena banyak berlutut dalam doa. Berlutut sepertinya ketinggalan jaman dalam kehidupan Kristen modern saat ini, tetapi saya merasa ini adalah posisi terbaik untuk bisa membawa hati saya pada sikap yang benar untuk berdoa.

Tetapi apakah sebenarnya fungsi doa itu? Bagaimana cara kerjanya? Dapatkah kita benar-benar mempengaruhi Sang Pencipta segala sesuatu dengan permintaan sederhana kita?

Selama berabad-abad, para ahli agama telah merenungkan pertanyaan ini dan tetap tidak memahaminya. Apa yang kita ketahui dengan pasti ialah bahwa melalui firmanNya, Allah Bapa berulang-ulang menyuruh kita untuk berdoa.

Analogi favorit saya tentang doa adalah sebuah kaca pembesar. Bayangkanlah seorang anak bermain di halaman pada cuaca cerah memegang kaca pembesar di atas rerumputan. Segumpal asap akan mulai muncul dari titik di mana panas sinar matahari itu diarahkan. Kemudian akan timbul api. Lensa itu memberikan titik fokus kepada sinar matahari yang menyebar untuk meningkatkan potensinya secara eksponensial menjadi cahaya yang sanggup menimbulkan api.

Dari cara saya melihatnya, doa itu seperti lensa kaca pembesar tadi yang memusatkan perhatian Allah untuk memfokuskan kuasa supernaturalNya pada suatu area tertentu.

Namun, kita tidak boleh melihat doa sebagai tiket gratis menuju sukses. Tuhan tidak menyediakan “golden ticket” atau kupon “langsung ke barisan depan antrian” karena kita mengikuti rumus ajaib atau memiliki lutut yang kapalan.

Namun Ia berjanji bahwa Ia mendengar setiap doa kita. Bahkan kalau kita berbicara dengan bahasa onta sekalipun.

Ya Imanuel,

Aku melihat lutut ontaku sebagai piagam penghargaanku. Semakin tebal, berarti semakin banyak waktu pribadi yang kuhabiskan bersamaMu.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top