Kegagalan Itu Tak Terelakkan

Jumat, 22 Januari 2021

Bacaan : Amsal 24 : 14-18

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (1 Yohanes 3:1)

Kalau Anda berpikir saya lucu, maka (1) terima kasih, dan (2) terima kasih kepada ayah saya. Ayah saya itu segalanya, termasuk sangat, sangat lucu. Kami sering berbicara di telepon, dan kami sering bertukar lelucon. Sebagai contoh, kalau saya menceritakan sesuatu pada saat makan malam dan teman-teman saya tertawa, saya hampir selalu menelepon ayah saya keesokan harinya dan menceritakan kepada ayah saya, termasuk menggambarkan reaksi teman-teman saya di meja makan. (Dan mungkin juga menceritakan apa yang kami makan. Kami ini keluarga tukang makan).

Seringkali, saat kami akan mengakhiri pembicaraan, ayah akan selalu berkata, “Siapa yang sayang kamu?”—lalu, sebelum saya sempat menjawab, ia berkata, “Dada.Dada.”

Sebelumnya, saya beritahu, tak seorangpun di antara kami yang memanggilnya “Dada” selama hampir 20 tahun ini, tetapi ucapan ini masih selalu berhasil.

Mengapa saya begitu menyukainya?

Saya rasa menyenangkan ketika orang lain mengingatkan bahwa Anda dikasihi. Saya menjalani hari-hari saya, menang atau kalah, dengan kebenaran ini dalam pikiran saya.

Ini membuat saya berani.

Ketika Anda tahu siapa orang yang mengasihi Anda, Anda mengetahui tempat di mana Anda merasa aman. Anda tahu di mana Anda bisa bersandar. Anda tahu ke mana Anda bisa lari ketika Anda gagal. (Maaf saya harus memberitahu Anda hal ini, tetapi berani ataupun tidak, Anda pasti akan mengalami kegagalan.)

Gagal tidak lalu menjadikan Anda orang gagal. Mencoba sesuatu yang baru membuat Anda berani.

Hal-hal menjadi kacau ketika kita membiarkannya menentukan hidup kita.

Orang-orang yang berani tidak membiarkan kegagalan mengatur hidup mereka, mereka mengijinkan kegagalan mengajarkan sesuatu kepada mereka.

Gagal tidak lalu menjadikan Anda orang gagal. Mencoba sesuatu yang baru membuat Anda berani.

Orang-orang yang berani tahu bahwa oleh karena mereka dikasihi oleh Bapa surgawi, mereka bisa mengalami kegagalan berkali-kali, namun tidak akan ada yang berubah di antara mereka dengan Bapa. Benar-benar. Tidak ada.

Orang-orang yang berani memiliki keberanian karena mereka tahu Allah mengasihi mereka apapun keadaannya.

JADILAH BERANI: Tuliskan di cermin atau dinding kamar Anda, “Saya sangat dikasihi Tuhan.” Lihatlah apa dampaknya dalam hidup Anda selama seminggu ke depan.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top