Hidup Ini Berat

Kamis, 21 Januari 2021

Bacaan : Yohanes 16 : 25-33

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Anda tidak membutuhkan saya untuk mengatakan hal ini, bukan? Hidup ini berat.

Saya tidak tahu apa yang saya pikir akan saya hadapi, tetapi saya kira hal-hal akan lebih mudah daripada ini. Mungkin saya adalah orang yang paling lambat belajar di muka bumi ini, tetapi saya masih saja kaget ketika terjadi tragedi atau situasi yang tiba-tiba berubah di luar ekspektasi saya.

Saya mendarat di Texas beberapa minggu yang lalu dan mengubah ponsel saya ke mode pesawat sebelum berangkat. Sementara saya dalam penerbangan, semua telpon bisnis ditunda, namun di menit pesawat mendarat, saya kembali aktif. Saya biasanya bersemangat melihat pesan apa yang saya terima sementara ponsel saya tidak aktif tadi, biasanya saya menerima 2 atau 3, atau jika beruntung saya menerima 5 pesan.

Hari ini—ada tujuh puluh sembilan pesan. Di antara perjalanan dari Nashville ke Dallas, sesuatu telah terjadi. Layar ponsel saya dibanjiri oleh pesan teks. Saya bahkan tidak dapat mengikutinya satu per satu karena mereka bergulir begitu cepat. Tetapi ada satu kata yang selalu tertangkap mata saya.

KEMATIAN

Seseorang baru saja meninggal. Saya tidak tahu siapa, pesan-pesan itu lewat di depan mata saya begitu cepat. Tetapi rasa panik mendadak muncul di dada saya karena ada tragedi yang terjadi begitu saya mendarat di Texas. 

Beberapa jam berikutnya penuh dengan dukacita dan air mata dan sibuk mengganti jadwal penerbangan dan memesan tiket dan saat-saat di mana tidak tahu apa yang akan dilakukan.

Anda bisa menjadi sedih. Anda bisa menjadi marah. Anda bisa menjadi bingung. Tetapi Anda tidak pernah punya alasan untuk berputus asa.

Reaksi terhadap tragedi yang alami, bukan? Tragedi merangkak masuk dalam hidup Anda lalu menjungkirbalikkan dunia Anda, setelah itu lewatlah minggu-minggu, bulan-bulan, bahkan tahun-tahun yang penuh pertanyaan, luka, kesedihan dan dukacita.

Saya merasakannya dalam peristiwa kematian seseorang yang saya kasihi. Saya merasakannya ketika pendeta berdiri di altar gereja dan menyampaikan kata-kata mengantar kepergiannya. Saya merasakannya ketika chat masuk dan mengatakan hubungan kita sudah berakhir. (Lewat chat? Iya, saya tahu. Parah kan.)

Hidup tidak selalu mudah. Bahkan, saya pikir saya bertumbuh dengan mempercayai bahwa hidup ini memang sering tidak mudah. Teman saya Mike Foster, pendiri People of the Second Chance (Orang-orang dengan kesempatan kedua), mengatakan seperti ini di Twitter, dan saya sangat menyukainya sampai saya ingin memajangnya:

“Hidup ini kacau, berat, dan aneh. Kita tidak perlu berlagak sok kaget lagi.”

Benar kan? Sangat sederhana dan sangat brilian. Dan sangat penting untuk diingat.

Tuhan tahu bahwa hidup ini penuh penderitaan.

Jadi, yah, Anda bisa menjadi sedih. Anda bisa menjadi marah. Anda bisa menjadi bingung. Tetapi Anda tidak pernah punya alasan untuk berputus asa. Bahkan ketika kehidupan menjadi tragis dan gelap, jangan berputus asa. Anda jauh lebih berani dari itu.

JADILAH BERANI: Saya tidak tahu rasa sakit atau tragedi apa yang sedang Anda hadapi saat ini, tetapi saya tahu, seperti yang dikatakan Mike bahwa hidup ini kacau, berat, dan aneh. Ijinkan diri Anda merasakan itu hari ini.

From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top