Temukanlah Seorang Mentor

Jumat, 8 Januari 2021

Bacaan : Amsal 8 : 5-13

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. (Amsal 13:20)

Menemukan seorang mentor tampak seperti sebuah pemikiran yang menakutkan, tetapi sebenarnya tidak. Tidak ada upacara penyematan pin di atas panggung dengan pita dan balon serta pembacaan komitmen seumur hidup. Tidak perlu seheboh itu. 

Tetapi dibutuhkan keberanian untuk melangkah dan meminta seseorang membagikan kebijakan hidupnya kepada Anda. Sekarang ini orang-orang sangat sibuk. Saya sendiri sibuk. Saya yakin Anda juga. 

Apakah Anda cukup berani untuk meminta kepada seseorang?

Sekedar untuk sedikit meredakan ketakutan Anda, berikut ini adalah gambaran yang bukan cara meminta orang menjadi mentor: Anda menghampiri seseorang dan berkata, “Anda adalah mentor saya” atau “Tuhan bicara kepada saya bahwa Anda adalah mentor saya.”

Tidak, tidak, bukan begitu.

Saya akan menyederhakannnya buat Anda. Temukanlah seseorang yang Anda hormati dalam hidup Anda yang telah berjalan dua-tiga langkah di depan Anda, seseorang yang bisa Anda ajak makan malam bersama dan bisa Anda ajak diskusi tentang pertanyaan-pertanyaan yang mendalam.

Anda tidak perlu memberi label mentor kepada seseorang supaya ia mau mementori Anda. Tidak harus ada satu orang tertentu yang menjadi guru Anda. Dan juga tidak harus berkomitmen untuk bertemu secara reguler.

Anda bisa memiliki beberapa orang mentor untuk berbagai area dalam hidup Anda. Mentor dalam pekerjaan. Mentor dalam urusan keluarga. Mentor dalam hal panggilan hidup.

Dibutuhkan keberanian untuk melangkah dan meminta seseorang membagikan kebijakan hidupnya kepada Anda.

Jangan malu-malu bertanya karena Anda takut kalau-kalau Anda akan menjadi beban baginya.

Saya telah menghabiskan banyak waktu di masa dewasa saya ini mementori banyak mahasiswa, dan saya sangat menyukainya. Selama hari-hari mementori dan mendisiplin dan nongkrong bareng anak-anak muda, saya adalah Annie yang paling bahagia dan merasa penuh.

Anda akan menuai manfaat yang luar biasa dengan memiliki mentor dalam hidup Anda, demikian pula mereka yang mementori Anda. Dipakai Tuhan dalam hal ini sungguh adalah suatu kehormatan.

Maka jadilah berani. Mintalah. Tidak perlu langsung dalam hal-hal yang besar. Jangan meminta satu orang tertentu untuk menjadi guru Anda. Undanglah beberapa orang dalam hidup Anda dan belajarlah dari hikmat mereka.

JADILAH BERANI: Ajaklah seseorang yang lebih dewasa dan lebih bijak untuk minum kopi bersama dalam minggu ini.

From “100 Days to Brave” by Annie F Downs.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top