Selasa, 1 Desember 2020
Bacaan : Mazmur 86
Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia. (Mazmur 86:15)
Allah senang mencintai Anda. Saya senang memikirkan bahwa setiap kali saya menarik nafas, dan setiap kali paru-paru saya memompa darah ke jantung saya, Allah mempunyai hal indah lainnya yang dikatakan tentang saya. Dia memang paling ahli dalam hal itu. Allah kita, yang menghembuskan nafas dalam kehidupan kita, penuh kasih terhadap Anda—tak peduli bagaimanapun masa lalumu atau apa yang telah Anda lakukan. Bagi orang seperti saya, yang sangat ahli membuat kekacauan dan merasa bersalah, sungguh sungguh indah mengetahui bahwa saya tidak dapat membuat Allah lebih mengasihi atau kurang mengasihi saya.
Mengingat kenyataan bahwa di mata Tuhan, melalui Yesus, Anda adalah kudus, terpilih, dikasihi—itu sungguh wow. Itu meredam ketakutan saya (suara-suara yang membisikkan bahwa saya sendirian, tidak dikasihi, tidak layak), dan membuat saya menjadi merasa berani.
Ijinkanlah Allah masuk dalam hati Anda. Biarkan Dia menyelidiki ruangan-ruangan kecil dalam hati yang merasa sakit dan kesepian dan ketakutan. Ijinkan Dia mengasihi Anda, menuntun Anda, dan membuat Anda menjadi pribadi yang berani sebagaimana yang telah dirancangkanNya—karena saya berjanji bahwa perjalanan ini akan menjadi hal yang luar biasa dalam hidup Anda.
Allah mengasihi saya ketika saya benar-benar tidak layak dikasihi. Dalam lubang dosa saya yang terdalam, di ujung langkah pemberontakan saya, di tengah kemarahan terbesar dalam kebencian saya, Dia memilih untuk mengasihi saya. Dan saya telah dikenal sebagai anak berandalan. Sayangnya, mungkin saya akan terus menjadi seorang berandalan di waktu-waktu tertentu. Namun tetap saja Dia mengasihi setiap bagian diri saya—kesemua bagiannya. Saya tak sanggup mendapatkannya, saya tidak layak menerimanya, namun saya ditarik ke dalamnya.
Allah kita, yang menghembuskan nafas dalam kehidupan kita, penuh kasih terhadap Anda—apapun keadaannya.
Jadi saya melakukan hal kecil yang bisa saya lakukan untuk membalas kasihNya—dan Anda pun dapat melakukan hal yang sama. Seperti apakah itu? Yah, hal seperti membuat keputusan hidup yang berani dan memuliakan Tuhan sebagai respon atas kasihNya.
Apakah Allah memberikan hasrat dalam diri Anda untuk melakukan sesuatu yang Anda belum cukup berani untuk mengejarnya? Apakah Anda senang menyanyi? Nyanyikanlah lagu cinta untuk Tuhan. Apakah Anda senang menulis? Tulislah buku tentang kasih Anda kepada Tuhan. Apakah Anda senang menari? Menggambar? Berolah raga? Memperhatikan anak yatim atau orang lansia? Apapun itu, rengkuhlah kenyataan bahwa Anda dikasihi dan dipilih Allah, dan ambillah langkah yang berani dengan gairah untuk membalas kasih Tuhan ini.
JADILAH BERANI : Bagaimana Anda melihat hati Anda meresponi kasih Allah?
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

