Senin, 30 November 2020
Bacaan : Mazmur 139 : 1-24
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14)
Saya senang ketika melihat iklan TV yang mengingatkan kita untuk percaya diri dan yakin bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan. Salah satunya adalah yang ini—seorang bintang NBC duduk dengan posisi aneh di pinggiran bangku dan berkata ke arah kamera, “Anda tahu impian yang Anda miliki itu? Anda bisa melakukannya. Percayalah pada dirimu sendiri.” Lalu bunyi lagu jingle “ding ding ding ding” terdengar sementara sebuah bintang melintas di layar. Semakin banyak yang Anda tahu, Saudara. Semakin banyak yang Anda tahu.
Inilah satu hal yang saya tahu: Saya tidak seharusnya mempercayai diri saya, setidaknya dalam cara seperti yang disebutkan oleh iklan-iklan itu. Saya sudah cukup lama menjadi diri saya sehingga saya tahu bahwa saya bukanlah orang yang patut untuk dipercayai. Saya mengacau. Saya melukai perasaan orang lain. Saya terlalu mempedulikan hal-hal tertentu dan tidak mempedulikan orang lain.
Saya tersesat. Saya tidak sempurna. Dan saya tidak mau mencurahkan harapan dan kepercayaan saya kepada seseorang yang separah itu. Jadi sementara saya bersyukur dengan apa yang dikatakan iklan TV, saya sendiri tidak menganggap itu sepenuhnya benar.
Saya percaya kepada diri saya yang telah Allah ciptakan dan diri saya yang Tuhan sanggup jadikan. Saya percaya Dia menciptakan diri saya untuk suatu tujuan dan tidak melakukan kesalahan ketika menciptakan saya. Itu membuat saya merasa berani.
Dan di situlah saya menemukan keberanian saya—yaitu mengetahui bahwa ketika saya melakukan kesalahan, saya sendiri bukanlah suatu kesalahan. Di situlah Anda bisa menemukan keberanian Anda juga.
Ketika saya melakukan kesalahan, saya sendiri bukanlah suatu kesalahan.
Mungkin orang tua Anda tidak pernah menikah, mungkin Anda dilahirkan tanpa kemampuan untuk melihat atau mendengar, atau mungkin tanpa anggota tubuh yang lengkap. Apapun itu, Anda bukanlah suatu kesalahan. Allah tidak membuat kesalahan.
Saya tahu kecenderungan dan ketakutan saya, dan saya juga tahu karunia serta harapan saya. Di situlah saya mendapati bahwa Tuhan sering mendorong saya untuk membuat pilihan yang berani.
Kita bisa merasa percaya diri dalam cara Allah menjadikan kita karena firmanNya berkata bahwa kita diciptakan dengan dahsyat dan ajaib. Tetapi kita tidak dapat menjalani hidup ini—atau menjadi berani—dengan kekuatan kita sendiri.
JADILAH BERANI : Ingatkanlah seseorang yang Anda kasihi—teman, rekan kerja, anak, atau pasangan Anda—bahwa Allah tidak pernah membuat kesalahan.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

