Minggu, 29 November 2020
Bacaan : Matius 4 : 1-11
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4)
Ada banyak hal yang tersingkap dalam kisah Yesus dicobai di padang gurun—banyak topik yang dapat kita bahas—tentang pemeliharaan Allah, kuasa Firman Tuhan, godaan. Tetapi ketika kita berpikir tentang menjadi berani, kisah ini adalah sebuah contoh lain dari kebenaran lawan kebohongan dan bagaimana mempercayai kebenaran akan menimbulkan keberanian.
Yesus berhadapan (muka dengan muka) dengan godaan Iblis. Sang musuh. Tetapi Yesus berdiri melawan dusta dan mengatakan kebenaran dalam situasi tersebut. Yesus mengetahui kebenaran, dan Ia mempercayainya. Setiap kali Iblis menawarkan sesuatu kepadaNya, Ia merespon dengan ayat firman Tuhan. Yesus berulang-ulang mengingatkan Iblis bagaimana kisah ini sesungguhnya berjalan.
Kebenaran yang memerdekakan Anda adalah Firman Allah. Jika Anda mengisi pikiran Anda dengan firmanNya, kebenaran itu akan membuat Anda berani. Halaman demi halaman, ayat demi ayat, Allah telah mengatakan siapa diri Anda yang sebenarnya. Anda dibebaskan untuk mempercayai bahwa Anda adalah sebagaimana adanya diri Anda seperti yang Tuhan katakan. Bahwa Alkitab itu benar. Bahwa Anda sangat dikasihi apapun keadaan Anda. Apakah Anda cukup berani untuk mempercayai Dia?
Mempercayai kebenaran adalah sebuah pilihan. Dalam setiap keadaan, dalam setiap percakapan, dan dalam setiap kesempatan ketika Anda mulai mengkritisi diri Anda sendiri, Anda punya pilihan untuk berjuang dengan kebenaran atau menyerah pada kebohongan.
Ada kuasa yang besar ketika Anda mulai memahami bahwa diri Anda adalah sebagaimana yang Tuhan katakan, bukan seperti apa yang orang lain katakan atau apa yang Anda percayai tentang diri Anda.
Mempercayai kebenaran adalah sebuah pilihan.
Saya ingin memberi tahu Anda tentang mempercayai kebenaran dan bagaimana itu telah mengubah hidup saya. Saya merdeka. Saya dapat hidup dan berbicara dan mengasihi secara terbuka karena saya percaya diri saya adalah seperti yang Tuhan katakan. Rasa tidak aman saya berkurang (tidak sepenuhnya hilang, tapi banyak berkurang), kekuatiran saya semakin ringan (tidak terasa berat, tetapi lebih ringan), dan hati saya terasa penuh karena saya tahu bagaimana yang Allah rasakan tentang diri saya.
JADILAH BERANI : Salinlah doa ini ke dalam jurnal Anda (atau tuliskan dengan kata-kata Anda sendiri): Ya Tuhan, katakanlah kebenaran tentang diriku. Aku mau mendengarkan. Aku mau merdeka dari kebohongan—lakukanlah itu bagiku.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

