Kebenaran Dijaga dalam Keseimbangan

Selasa, 20 Oktober 2020

Bacaan :  Matius 28 : 16-20

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19)

Sangat sulit untuk membayangkan Gereja memberikan jawaban bagi masalah-masalah kehidupan jika sebagaian besar eskatologi (ajaran teologi yang membahas kematian, kebangkitan, penghakiman dan kekekalan) kita memperkirakan kondisi dunia akan semakin buruk dan bertambah buruk. Jika kita juga percaya bahwa kegelapan kondisi dunia merupakan tanda kedatangan Kristus, kita mengalami konflik yang akhirnya mengorbankan visi praktis kita—untuk menerobos dan mengubah sistem dunia. Bukan maksud saya untuk menyatakan kapan dan bagaimana Yesus akan kembali untuk menjemput gerejaNya. Inti pemikiran saya satu-satunya adalah bahwa asumsi yang salah tentang hal-hal yang tidak jelas bisa mengeraskan hati kita terhadap hal-hal yang jelas. Jika kita berpendapat bahwa kita tahu apa maksud tipologi dan bayangan tertentu yang digunakan dalam kitab nabi-nabi, hal itu akan memberikan pengaruh yang salah kepada kita tentang perintah Tuhan yang jelas. Penafsiran yang salah tentang kapan dan bagaimana Ia akan kembali bisa merongrong sudut pandang kita terhadap Amanat Agung.

Yesus akan kembali kepada Mempelai yang tak bercacat, yang TubuhNya ada dalam proporsi yang seimbang dengan Sang Kepala. Hanya Bapa yang tahu kapan hal itu akan terjadi. Kita tidak tahu. Tugas kita adalah melakukan segala sesuatu yang bisa kita lakukan untuk mendatangkan, “Kerajaan-Nya, dan membuat kehendakNya terjadi di bumi seperti di sorga.” Jika iman saya terhadap kedatanganNya yang kedua kali berlabuh pada kegelapan dunia di sekitar saya, maka saya tidak akan melakukan banyak hal untuk mengubah hal itu. Kita tentu saja akan berusaha membuat orang bertobat, tetapi mungkin memberi jawaban bagi masalah di bumi ini tidak akan menjadi prioritas kita. Namun ini adalah alat praktis yang akan mengubah hati raja-raja pada jaman kita (lihat Ams 22:29).

Tugas kita sudah jelas; kita harus menjadikan semua bangsa murid Kristus. Dan untuk memastikan tugas yang tampaknya mustahil ini menjadi mungkin, Ia membuat Dia yang disebut keinginan bangsa-bangsa tinggal di dalam kita. Penyataan tentang Dia ini akhirnya merupakan penyataan tentang kita, sebab kita adalah TubuhNya. Diciptakan sesuai gambarNya membuat kita memiliki hak istimewa dan tanggung jawab untuk mencerminkan kebesaranNya kepada dunia di sekitar kita. Bangsa-bangsa sedang mencari orang-orang yang bisa memberikan jawaban bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh dunia kita.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top