Rabu, 21 Oktober 2020
Bacaan : 1 Samuel 1 : 1-20
Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati. (Amsal 20:21)
Hana mandul. Ia tidak punya harapan untuk melahirkan anak kecuali melalui mujizat. Meskipun kedengarannya kejam bagi manusia jasmani, Allah menggunakan hal ini untuk membawa Hana pada kesuksesan terbesarnya. Dalam kemandulannya, hatinya mengalami keputusasaan. Tujuan dari janji Allah bukan untuk mengilhami kita dalam membuat strategi dan menyusun rencana, melainkan untuk membuat kita merindukan Allah sungguh-sungguh supaya Ia menyatakan diri. Itu berarti bahwa kemandulan dalam bidang apa pun merupakan undangan Allah bagi kita untuk menjadi unggul. Hana menjadi rekan sekerja Allah ketika menggenapi tujuan hidupnya sendiri. Salomo menyatakan, “Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati” (Ams 20:21). Tidak segala sesuatu kita dapatkan dengan mudah, dan memang seharusnya tidak demikian. Allah yang menyembunyikan sesuatu bagi kita juga memberikan kerajaanNya bagi kita sebagai warisan kita. Bangsa Israel diberi Tanah Perjanjian, tetapi diberi tahu bahwa hal itu akan diberikan kepada mereka sedikit demi sedikit sehingga binatang buas tidak akan berkembang melampaui jumlah mereka. JanjiNya mencakup segala sesuatu—janjiNya adalah ya dan amin! (lihat 2 Kor 1:20). Semua tercakup dalam karya penebusan Kristus di kayu salib, tetapi diperoleh sedikit demi sedikit; kadang-kadang melalui usaha kita sebagai rekan sekerja.
Ini menjadi pelajaran pribadi yang berharga dalam penyelidikan saya akan mujizat. Mario Murillo punya peran lebih besar dalam mengobarkan semangat tokoh KKR dalam hidup saya dari pada orang lainnya. Hampir 20 tahun yang lalu saya bertanya kepadanya tentang kehidupan mujizat, dan memberi tahu dia tentang frustasi saya karena memiliki teori tanpa hasil. Saya tidak pernah melihat seorang pun disembuhkan, sekalipun saya sudah mencoba berulang kali. Ia menguatkan saya dengan salah satu perkataan nubuat yang paling berkuasa dalam hidup saya. Dalam perkataan tersebut Tuhan menyatakan kehendakNya untuk menjadikan mujizat sebagai bagian rutin hidup saya. Saya telah berdoa untuk mendapatkan janji tersebut selama bertahun-tahun. Baru-baru ini saya melihat ribuan orang disembuhkan.
Mario, dan istrinya, Mechelle, baru-baru ini datang ke rumah saya untuk makan siang. Saya menunjukkan kepadanya perkataan nubuat yang ia ucapkan kepada saya pada tahun 1988. Saya melakukan itu untuk mengungkapkan terima kasih saya kepadanya karena telah memberikan kekuatan kepada saya. Ia menceritakan kisah Hana dan kandungannya yang tertutup. Ia berkata bahwa Allah menutup wilayah mujizat itu bagi saya, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk menarik saya pada keputusasaan yang dibutuhkan untuk menjaganya sebagai gaya hidup saya, jika suatu kali nanti saya mengalami terobosan. Itu merupakan pelajaran yang panjang dan menyakitkan. Tetapi saya mendapatkannya. Dan saya berpikir saya sungguh-sungguh memahaminya.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

