Senin, 3 Agustus 2020
Bacaan : 1 Timotius 6 : 11-21
Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (1 Yohanes 5:11-12)
Allah menempatkan Anda dalam dunia ini karena alasan tertentu. Dia memiliki rencana untuk hidup Anda. Namun, hidup ini tidak berakhir. Suatu hari nanti Anda akan berhenti bernafas, tetapi Anda tidak berhenti hidup. Anda akan hidup selama-lamanya dalam kekekalan.
Sesaat setelah Anda mati, Anda akan mengalami perayaan yang terbesar atau perpisahan yang terbesar selama-lamanya. Surga dan neraka merupakan tempat yang nyata, dan kita punya pilihan di mana kita akan menghabiskan kekekalan. Allah bisa menciptakan kita sebagai robot, yang mau menuruti kehendakNya. Namun, Dia mengambil resiko terbesar ketika Dia menciptakan kita dengan kekuatan yang disebut kehendak bebas. Allah begitu mengasihi Anda sehingga Dia mati bagi Anda, tetapi Dia mengijinkan Anda memilih apakah Anda akan membalas kasih dan keinginanNya untuk berada bersamaNya selamanya atau tidak.
Jika kita ingin mengalami surga, kita harus menjalani setiap momen di dunia ini yang disiapkan untuk kekekalan. Anda tidak sungguh-sungguh siap untuk hidup sebelum Anda siap untuk mati. Dan Anda tidak perlu kuatir dengan hal itu. Anda bisa menentukan tujuan Anda sekarang juga, jika Anda belum siap. Pada dasarnya masuk ke surga berkaitan dengan siapa yang Anda kenal. Jika Anda mengenal Anak Allah, Anda akan masuk surga. Jika Anda tidak mengenal Anak Allah, Anda tidak akan masuk surga.
Surga adalah tempat yang sempurna untuk orang yang sempurna. Namun masalahnya adalah kita tidak sempurna. Kita semua sudah berdosa. Itulah sebabnya Kristus datang untuk mengambil tempat kita sehingga kita bisa bergabung denganNya di surga suatu hari nanti, Bukan karena kita layak untuk mendapatkan hal itu, bukan karena kita bisa mendapatkannya, melainkan karena Dia telah menyediakan jalan bagi kita.
Setelah Anda siap dengan kekekalan, Anda pasti ingin berinvestasi dalam hal yang kekal juga. Sudut pandang Anda bergeser. Anda mulai menyadari bahwa sebagian besar dari apa yang kita hargai dan beri perhatian utama ternyata tidak berarti dan sepele dipandang dari sudut kekekalan.
Kita seringkali hidup seolah-olah kita akan ada di dunia ini untuk selama-lamanya. Kita memusatkan perhatian pada hal-hal yang tampaknya sungguh-sungguh penting bagi kita pada saat ini, tetapi akhir-nya tidak bertahan lama. Fokus kita perlu diarahkan pada hal-hal yang akan lulus dari ujian waktu, dan sesungguhnya hanya ada 2 : firman Allah dan manusia. Jadi ketika Anda menyediakan waktu untuk firman Allah—untuk membangun karakter Anda, menjadi makin serupa dengan Kristus, belajar nilai-nilai firman Allah, dan menerapkannya—hal itu akan bertahan untuk selama-lamanya. Anda membawa hal itu bersama Anda ke dalam kekekalan. Investasi kekal lainnya yang bisa Anda buat adalah dalam diri orang-orang. Jadi setiap kali Anda membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain, hal itu akan bertahan untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya hubungan merupakan hal terpenting dalam hidup Anda.
Apa yang Anda lakukan dengan Yesus Kristus menentukan di mana Anda akan menjalani kekekalan. Apa yang Anda lakukan dengan waktu, talenta, dan harta benda menentukan pahala yang akan Anda dapat dalam kekekalan. Sebelum Anda memahami fakta bahwa kehidupan adalah persiapan untuk kekekalan, kehidupan tidak akan berarti bagi Anda.
PENERAPAN:
1. Dalam buku harian atau tempat lain yang aman, tulislah pemandangan di mana Anda membayangkan bertemu Allah di surga untuk pertama kalinya. Apa yang ingin Anda sampaikan kepada-Nya? Dengarkan apa yang Dia katakan kepada Anda. Sediakan waktu untuk berdoa, dan bagikan pemikiran Anda dengan Pribadi yang paling mengasihi Anda.
2. Apakah investasi kekal yang Anda buat minggu ini? Seberapa banyak waktu yang Anda sediakan untuk mempelajari firman Allah? Seberapa banyak waktu yang Anda sediakan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang dengan cara yang paling berarti? Tetapkan tujuan kekal untuk diri Anda sendiri—sesuatu yang ingin Anda lakukan yang akan bertahan dalam ujian waktu, seseorang yang ingin Anda beri dampak yang kekal—dan temukan waktu untuk melakukan itu pada minggu yang akang datang.
From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

