Kamis, 23 Juli 2020
Bacaan : Kisah Para Rasul 27 : 11-44
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. … Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13)
Bencana alam terbesar dalam sejarah Amerika Serikat adalah badai kategori 4+ yang melanda Galveston, Texas pada 8 September 1900. Angin yang diperkirakan berkecepatan lebih dari 225 km/jam dan gelombang laut setinggi 4 m menerjang daratan. Lebih dari 6000 orang tewas, dan lebih dari 3600 rumah dan bangunan rusak. Tampak jelas bahwa penduduk tidak siap menghadapi amukan bencana.
Setelah bencana yang mengubah kehidupan semacam itu, penduduk Galveston membuat perubahan yang radikal. Mereka membangun dinding laut setinggi 5 m dan sepanjang 4,8 km untuk melindungi wilayah itu. Dengan rekayasa pegunungan pasir dan tanah, mereka juga menaikkan ketinggian seluruh kota beberapa meter. Jadi ketika badai dengan kekuatan yang sama melanda daratan itu beberapa tahun kemudian, hanya sedikit kerusakan yang terjadi, karena orang-orang sudah mengantisipasinya.
Ketika badai kehidupan melanda, kita harus memilih sikap kita dalam memberikan respon. Kita tidak dapat mencegah angin badai perubahan agar tidak menerpa hidup, pernikahan, keluarga, hubungan dan karier kita. Namun kita bisa bersiap menghadapi hal itu dan belajar dari badai sebelumnya.
Angin perubahan akan membuat Anda lebih kuat atau memukul Anda jatuh. Dalam pernikahan masalah dan pencobaan akan menarik Anda lebih dekat satu dengan yang lain atau menghancurkan hubungan Anda. Dalam tubuh Anda, penyakit dan luka bisa menghancurkan semangat Anda atau membuat Anda lebih kuat dari sebelumnya. Dalam karir, kesempatan yang hilang bisa memadamkan mimpi atau mengilhami Anda untuk mengobarkan api lebih besar lagi. Semua itu tergantung pada respon Anda.
Dengan mempraktekkan prinsip-prinsip Alkitab, kita akan melihat bahwa kita bukan hanya dapat bertahan menghadapi angin perubahan, melainkan juga memanfaatkan angin itu untuk mengembangkan layar kita dan mendorong kita maju ke depan. Dalam pelayaran Paulus sebagai tahanan menuju Roma, kapal mereka menghadapi amukan badai yang dahsyat. Paulus adalah satu-satunya penumpang yang tetap tenang di tengah krisis, yang tetap yakin karena ia memilih untuk melihat melampaui badai. Ia bisa melihat melampaui laut yang bergelora dan angin badai untuk melihat perubahan positif yang akan datang. Sifat manusiawi membuat kita hanya melihat masalah di depan kita dan kerusakan yang mengiringinya, bukannya manfaat positif yang dibawanya. Allah tidak menyebabkan perubahan yang menyakitkan dalam hidup kita, tetapi dia menggunakan itu untuk menghasilkan sesuatu yang baik, untuk mengembangkan karakter kita.
Kenyataan menuntut kita untuk mengubah cara kita memandang dunia. Sudut pandang juga membantu kita memperjelas prioritas kita. Kis 27:18 mencatat, awak kapal mulai membuang segala sesuatu yang tidak diikat untuk meringankan beban supaya kapal tidak tenggelam. Barang-barang yang sebelumnya dikemas dengan hati-hati, apa yang dipandang penting beberapa hari yang lalu tiba-tiba tampak tidak berharga. Ketika badai bertiup dalam hidup Anda dan kapal Anda dihantam badai, Anda akan dipaksa mengevaluasi ulang prioritas Anda.
Sementara kita harus belajar beradaptasi dan mengubah arah saat melewati badai, kita juga harus tahu kapan menjatuhkan jangkar dan tinggal tetap di tempat. Anda membutuhkan jangkar yang tidak pernah berubah. Segala sesuatu di sekitar Anda berubah, tetapi Allah tidak pernah berubah (Ibr 31:8). Jika angin badai bertiup dalam hidup Anda, ingatlah bahwa Dia tahu dengan pasti di mana Anda berada.
Saat ini juga mungkin badai mulai melanda hidup Anda. Namun Anda akan mampu mengatasinya. Allah akan menolong Anda melalui jangkar hadiratNya yang tak pernah bergeser. Dia akan menolong Anda melewati badai yang melanda hidup Anda.
PENERAPAN:
1. Jika Anda tahu hanya punya waktu 1 bulan untuk menjalani kehidupan, “barang kargo” apakah yg akan Anda lemparkan keluar dari kapal? Dengan kata lain, bagaimana Anda akan menyederhanakan hidup Anda? Benda atau hal apakah dalam jadwal Anda yang harus dibuang lebih dulu? Buatlah daftar barang yang perlu dibuang untuk membuat kapal Anda tetap berlayar dengan lancar.
2. Badai apakah yang Anda hadapi dalam hidup Anda hari ini? Apakah hal itu membuat Anda lebih kuat atau jadi berantakan? Ingat, Anda tidak dapat memilih pencobaan apa yang masuk dalam hidup Anda, tetapi Anda bisa memilih respon Anda. Respon apa yang Anda pilih hari ini?
From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

