Senin, 5 Juni 2023
Bacaan : Matius 11 : 28-30
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Matius 16:25)
Saya sedang berada di sebuah pesta makan malam dan entah kenapa keadaan dalam batin saya tidak selaras dengan yang ada di luar. Sepanjang malam saya terus-menerus menyadari hal-hal buruk dalam diri saya—ingin menjadi pusat perhatian, merasa kesal dengan orang-orang dan keanehan mereka—dosa yang menjadi mimpi buruk. Keesokan paginya, godaan menyerbu untuk membuat segala macam resolusi untuk menjadi orang yang lebih baik. Saat saya duduk untuk berdoa, saya bertekad untuk melakukan ini dan itu, pada dasarnya berusaha membunuh bagian-bagian tidak menarik dan mendorong diri untuk menjadi lebih baik.
Benturan hebat akan segera terjadi.
Achilles menegaskan bahwa “pertobatan” seperti ini didasarkan oleh usaha sendiri. Puji Tuhan saya dapat melihatnya dan saya meminta Yesus untuk datang dan memenuhi hidup saya lebih dalam lagi. Kelegaan itu terjadi hampir seketika. Bukan berarti semua kekurangan itu langsung menghilang, tetapi mula-mula, saya diselamatkan dari berusaha dengan kekuatan sendiri. Yang kedua, kehadiran Yesus dalam diri saya benar-benar membuat kelemahan dan kekurangan itu menyingkir—sebagian disalibkan, dan sisanya saya mintakan anugerah kesembuhan. Saat ini, saya bisa berpaling kepada Kristus di dalam diri saya sebagai satu-satunya pengharapan akan perubahan, dan buahnya adalah kelegaan yang luar biasa.
~***~
Doakanlah doa yang sederhana ini: Tuhan Yesus yang tinggal di dalam aku, tolonglah aku dengan hal ini. Aku mau melepaskan menentukan-nasib-sendiri dan aku bertobat dari mengandalkan-diri-sendiri. Tuhan Yesus, aku menyerahkan hidupku kepadaMu hari ini supaya aku dapat menghidupi kehidupanMu.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

