Jalan yang Baru

Selasa, 6 Juni 2023

Bacaan : Markus 15 : 33-41

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. (Markus 15:37-38)

Sungguh suatu peristiwa yang luar biasa simbolis dan mengejutkan: peristiwa ketika Yesus mati di kayu salib. Tirai itu memisahkan bagian lain dari Bait Suci dengan “Ruang Mahakudus”. Hadirat Allah tinggal dalam ruangan yang tidak dapat dimasuki oleh sembarang orang itu. Ini adalah pesan yang sangat jelas—Allah terlalu kudus bagi kita untuk didekati. Orang-orang Yahudi bahkan tidak berani untuk menyebutkan namaNya.

Tetapi Anda bisa. Anda dapat memanggil namaNya. Karena Yesus telah mengubahkan semuanya. Oleh salibNya Ia membayar untuk dosa-dosa Anda, menyucikan Anda, dan membawa Anda kembali kepada Abba Bapa. Yesus membuka jalan yang sama sekali baru untuk terhubung kembali dengan Allah. Dia seringkali menikmati makan bersama-sama dengan orang-orang; Dia berhenti di jalan untuk bercakap-cakap; Dia menjamah mereka, merangkul mereka. Dia memanggil mereka dengan namanya.

Yesus selalu memperkecil jarak. Pertemuan dalam Injil adalah sesuatu yang intim. Mengapa kita merasa bahwa kita harus menolong Yesus untuk memperbaiki kesalahan itu dengan mendorong Dia menjauh dengan bahasa dan nada bicara yang sopan? Saya mengerti bahwa kebanyakan itu dilakukan dengan maksud baik, oleh orang-orang yang ingin menghormati Kristus. Seperti halnya Petrus. Tetapi ironisnya adalah, ini bukanlah cara yang Tuhan pilih untuk terhubung dengan Anda.

~***~

Apakah bahasa, praktik, ataupun sikap “relijius” Anda membuat Tuhan menjadi berjarak? Dapatkah Anda melepaskan semua itu dan mengijinkan Dia mendekat? Yesus mau memperkecil jarak! Pertemuan di dalam Injil adalah sesuatu yang intim.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top