Minggu, 4 Juni 2023
Bacaan : Yeremia 29 : 11-14
Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. (Ulangan 4:29)
Banyak orang Kristen melupakan bagian tentang mencari Tuhan dengan segenap hati, dan mereka heran mengapa Allah sepertinya tidak hadir dalam kehidupan mereka. Antara Anda mempunyai Tuhan atau tidak. Antara Dia ada sebagai sekutu Anda, atau Anda sendirian. Apa yang Anda yakini tentang hal ini mempengaruhi segalanya.
Jika Anda tidak mempunyai Tuhan—yang saya maksudkan adalah sebagai sekutu yang intim, yang berada tepat di sisi Anda—Anda harus berusaha keras untuk menemukan jalan Anda dalam kehidupan. Ini tentu saja adalah cara kebanyakan orang hidup, dan sebagian besar dari seluruh dunia mendasarkan fungsinya pada asumsi ini—dalam bidang pendidikan, pasar, jalur karier, ekonomi.
“Allah itu ada; Dia adalah Bapa kita.” Pernyataan ini mengubah segalanya.
Saat saya berkata “percaya kepada Tuhan”, saya tidak merujuk pada pengetahuan yang dangkal akan keberadaanNya. Jika Anda mempunyai Tuhan, Anda tentu akan bertindak sesuai dengan keyakinan itu. Karena Ia tidak memberikan pertolonganNya kepada orang yang tidak serius denganNya—seperti halnya Anda tidak memberikan hal yang berharga dalam persahabatan Anda kepada orang yang tidak sungguh-sungguh dengan Anda. Anda harus mencari Dia dengan segenap hati sehingga Anda dapat menemukan pertolonganNya dan menyelaraskan diri Anda ke mana dan bagaimana Ia bergerak.
~***~
Kita hidup dalam dunia yang sibuk dan terganggu. Banyak orang terus-terusan memeriksa ponsel mereka ratusan kali dalam sehari. Di manakah Anda bisa mengosongkan sedikit ruang untuk mulai lebih hadir bagi Tuhan, untuk “mencari” Dia? Hal yang pertama di pagi hari? Atau selama istirahat makan siang? Atau setengah jam sebelum pergi tidur di malam hari?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

