Selasa, 11 April 2023
Bacaan : Yohanes 14 : 27-31
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, … Sebaliknya, bersukacitalah, … (1 Petrus 4:12-13)
Tidak ada pembahasan tentang kekudusan yang benar atau bermanfaat tanpa kesadaran yang sehat bahwa iblis benar-benar ingin menghancurkan kita. Iblis menggoda Adam dan Hawa untuk berkompromi melakukan satu tindakan, satu kesalahan yang menjadi celah kekudusan, dan dari situ dia membawa kehancuran tak terkira bagi umat manusia dan bagi dunia. Sahabatku, dia masih belum menghentikan perangnya melawan kita.
Setelah bertahun-tahun mengabaikan kenyataan ini dan membayar harga atas hasil pengabaian saya (yang dalam diri kita seringkali berupa kenaifan yang disengaja), kemudian diikuti dengan mengangkat pedang firman dan perisai iman untuk berperang selama puluhan tahun, saya akhirnya mulai mengagumi sesuatu yang Yesus katakan beberapa saat sebelum peristiwa Getsemani dan penyaliban. Ia mendorong kita supaya kita tidak takut. Kemudian Ia berkata kepada sahabat-sahabatNya, “Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku,” (Yohanes 14:30-31).
Ia tidak berkuasa sedikitpun atas diriKu?! Apakah Anda mengerti apa yang dinyatakan di sini? Bayangkanlah sejenak kalau Anda dibentengi dari semua siasat, tuduhan, godaan, jerat, serangan dan tipu muslihat musuh. Apa jadinya kalau semua itu tidak berpengaruh terhadap Anda? Hidup Anda akan sangat menyenangkan untuk dijalani.
~***~
Tuhan Yesus—aku hampir tidak dapat membayangkan. Namun aku merindukan kemerdekaan dan sukacita itu. Penuhilah aku dengan kekudusanMu, Tuhan. Biarlah musuh juga “tidak berkuasa sedikitpun atasku”!
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

